Share

Ada Larangan Mudik, Angkutan Barang Tidak Dilarang Beroperasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384535 ada-larangan-mudik-angkutan-barang-tidak-dilarang-beroperasi-KP80RF6TPV.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik Lebaran tahun ini. Tujuanya, menekan angka penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih tinggi.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pada larangan mudik ini kemungkinan ada kelonggaran untuk kendaraan angkutan barang. Misalnya dengan tidak melarang angkutan barang untuk beroperasi.

Baca Juga: Sebelum dan Sesudah Lebaran Dilarang Mudik Kecuali Keadaan Mendesak

“Dijelaskan untuk angkutan barang justru akan diperlonggar tidak ada pembatasan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Dengan adanya larangan mudik maka arus kendaraan relatif lancar, sehingga angkutan barang diizinkan untuk beroperasi. Hal ini berbeda dibandingkan situasi sebelum pandemi yang mana angkutan barang hanya diizinkan beroperasi setelah dan sebelum mudik berlangsung.

Baca Juga: Larangan Mudik Lebaran 6-17 Mei 2021, Sesudah dan Sebelumnya Juga Diimbau Tak Boleh

“Karena dengan dilarangnya mudik kemungkinan kepadatan arus kendaraan yang mengangkut orang tidak sepadat saat mudik itu dibolehkan,” kata Muhadjir.

Nantinya lanjut Muhadjir, masing-masing Kementerian dam Lembaga akan mengeluarkan aturan turunan untuk menjelaskan mekanisme pergerakan orang dan barang pada masa Idul Fitri.

Misalnya saja untuk aktivitas keagamanan selama bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri, nantinya akan diatur oleh Kementerian Agama. Sedangkan untuk angkutan lebaran, nantinya akan diatur oleh Kementerian Perhubungan.

“Mekanisme pergerakan orang dan barang pada masa Idul Fitri akan diatur oleh Kementerian dan lembaga terkait. Untuk kegiatan kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut ramadhan dan idul fitri akan diatur oleh Kementerian Agama dengan konsultasi dengan MUI dan organisasi-organisasu keagamaan yang ada,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini