Duh, 30 Juta UMKM Bangkrut Gegara Covid-19

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 26 Maret 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 320 2384596 duh-30-juta-umkm-bangkrut-gegara-covid-19-ahqjphHg63.jpg UMKM (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pelaku UMKM mengalami kerugian besar selama pandemi covid-19. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bersama Akumindo tercatat terjadi penurunan cukup signifikan jumlah UMKM akibat adanya pandemi.

Baca juga: BLT UMKM Cair, Yuk Persiapkan Syaratnya

“Jumlah UMKM di Indonesia ini berdasarkan data Kemenkop tahun 2017 60,4 juta unit, tahun 2018 62,6 juta unit, tahun 2019 64,7 juta unit, dan yang menarik tahun 2020 di masa pandemi. Kami mencatat lebih kurang 30 jutaan UMKM itu terdampak yang akhirnya bangkrut,” ungkap Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M. Ikhsan Ingratubun dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Triwulan I – 2021 Bank Indonesia secara virtual, Jumat (26/3/2021).

Lanjut dia, dari sisi kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020 UMKM tidak mampu memberikan kontribusi setara atau lebih dengan tahun sebelumnya yaitu di tahun 2019.

Baca juga: BLT UMKM Cair, Pedagang Minta Jangan Dipersulit

“Dari sisi kontribusi PDB yang sebelumnya tahun 2019 kami dari UMKM memberikan kontribusi kepada negara sekitar 60%. Tapi di tahun 2020 kami tidak mampu karena kami tidak mampu bertahan. UMKM ini apalagi tadi disebutkan usaha mikro, hanya mampu bertahan sekitar 2 – 3 bulan. Kalau kemarin dilakukan yang namanya PSBB, nah itu kami sangat terpukul, sangat terpukul,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, kata Ikhsan, dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro atau PPKM Mikro para pelaku UMKM bersyukur. Menurutnya, kebijakan pemerintah juga sangat berpengaruh terhadap kegiatan atau aktivitas interaksi jual beli dan UMKM.

“Lambat laun dengan diberlakukan program PPKM secara mikro jadi kami bisa melaksanakan interaksi penjualan dengan baik. Sebenarnya bulan 11 tahun lalu itu kami sudah mulai bangkit. Akan tetapi, diberlakukan PSBB lagi, apalagi Jawa dan Bali, akibatnya juga tetap turun,” ucap dia.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini