Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

China Serukan Boikot H&M dan Nike, Ada Apa?

China Serukan Boikot H&M dan Nike, Ada Apa?
H&M (Reuters)
A
A
A

CHINA - Raksasa ritel Nike dan H&M menghadapi kecaman di China terkait keprihatinan mereka soal dugaan penggunaan tenaga kerja paksa warga Uighur dalam produksi kapas di Xinjiang.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (28/3/2021), banyak orang di China telah menyerukan pemboikotan produk mereka, sementara sejumlah selebriti memutuskan hubungan dengan merek-merek tersebut, dan toko-toko ritel online telah menghapus H&M dari platform mereka.

 Baca juga: H&M Bakal Tutup 250 Toko di Seluruh Dunia

Hal ini terjadi ketika beberapa negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap China pekan ini.

China dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.

 Baca juga: Rugi Hampir Rp10 Triliun, H&M Akan Tutup Toko dan Potong Harga

Sanksi dari negara-negara Barat itu dikenakan atas sejumlah pejabat senior di China berupa larangan perjalanan ke negeri mereka dan pembekuan aset.

Pada Desember lalu, BBC mengungkap hasil investigasi dari penelitian yang menunjukkan bahwa China memaksa ratusan ribu orang etnis minoritas termasuk orang Uighur untuk berkerja di ladang kapas di Xinjiang.

Mengapa Nike dan H&M disorot?

Pernyataan keprihatinan mereka yang dipermasalahkan itu sebenarnya telah disampaikan tahun lalu, namun mencuat lagi dalam beberapa hari terakhir setelah muncul sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat.

Kedua perusahaan tersebut, dalam keterangan terpisah, saat itu menyampaikan "keprihatinan" soal laporan bahwa orang-orang Uighur dipaksa untuk memetik kapas di Xinjiang, sembari menegaskan bahwa mereka tidak mengambil bahan untuk produk mereka dari wilayah itu.

Namun muncul kecaman atas pernyataan kedua perusahaan itu lewat media sosial baru-baru ini oleh Liga Pemuda Komunis, salah satu sayap dari Partai Komunis China.

"Sebarkan rumor memboikot kapas Xinjiang, sambil cari uang di China? Jangan harap!" demikian kecaman kelompok itu lewat situs mikroblogging Weibo pada Rabu (24/03) pagi, sembari menampilkan tangkapan layar dari pernyataan H&M.

Media-media pemerintah China pun meluncurkan kampanye yang membela kapas buatan Xinjiang dan mengkritik pernyataan dua perusahaan tersebut.

Media pemerintah China CGTN mengunggah video di Weibo untuk menunjukkan suasana sebenarnya dari proses pemetikan kapas di Xinjiang. Menurut unggahan itu, proses tersebut juga menggunakan mesin.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement