BNI Bagikan Dividen Rp820 Miliar, Negara Dapat Rp492 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 278 2386037 bni-bagikan-dividen-rp820-miliar-negara-dapat-rp492-miliar-LmRYCRoQhY.jpg Bank BNI. (Foto: Okezone.com/BNI)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun buku 2020 sekitar Rp820,1 miliar. Dengan memperhitungkan komposisi saham milik pemerintah yang sebesar 60% maka BNI akan menyetorkan dividen sebanyak Rp492,58 miliar ke rekening kas umum negara.

Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar menjelaskan, dividen bagian publik atas kepemilikan 40% saham senilai Rp327,52 miliar akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan kepemilikannya masing-masing. Direksi Perseroan dengan hak substitusi akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2020 sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga: Siap-Siap Investor, BNI Akan Terbitkan Global Bond USD500 Juta

"Sedangkan, sebanyak 75% dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," ujar Royke dalam video conference, Senin (29/3/2021).

Royke menambahkan, Perseroan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan kinerja dalam kondisi yang sulit saat ini.

Baca Juga: Rencana Terbitkan Surat Utang USD500 Juta, Begini Persiapan BNI

"Selain itu, para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat," kata dia.

Adapun kebijakan-kebijakan strategis itu adalah Pertama, Meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, Meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, Meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Keempat, Meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi. Kelima, Optimalisasi jaringan dan bisnis Internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. Keenam, Optimalisasi Kontribusi Perusahaan Anak dan Ketujuh, Optimalisasi HC dalam mendukung bisnis bank.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini