Sri Mulyani: Pengembangan Kawasan Industri Kendal Bisa Pakai APBN

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2385706 sri-mulyani-pengembangan-kawasan-industri-kendal-bisa-pakai-apbn-F9P5IMvB1j.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menyediakan alokasi anggaran bagi masyarakat dan pemulihan usaha terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyambut baik dengan rencana pemerintah Kabupaten Kendal selain berusaha memulihkan kembali usaha kecil juga akan membuka Kawasan Industri Kendal.

Baca Juga: Fakta Sri Mulyani Ditawari Pinjol saat Utang Pemerintah Rp6.361 Triliun

Sri Mulyani berharap kawasan industri Kendal bisa mengangkat produk-produk UMKM hingga ke level nasional dan internasional. Dia mengatakan, pengembangan kawasan industri Kendal bisa diajukan dengan APBN.

“Saya berharap Pak Bupati mungkin bisa mulai dipikirkan dari semenjak awal untuk keperluan pembukaan Kawasan Industri, pemerintah memasukkan di dalam APBN-nya mungkin tidak masuk di APBD, PMN untuk BUMN di dalam rangka untuk pembukaan Kawasan Industri. Jadi belanja yang berasal dari pemerintah pusat cukup besar langsung kepada belanja di kawasan Kendal ini. Jadi meskipun tidak muncul di APBD tapi dia riil ada di sini,” jelas Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (30/3/2021).

Baca Juga: Kenangan Sri Mulyani dengan Soto Semarang

Untuk program-program padat karya, pemerintah langsung berikan bantuan dalam bentuk bantuan produktif UMKM. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimana subsidi bunganya cukup signifikan, sehingga usaha kecil tetap bisa mengakses modal dengan suku bunga yang terjangkau. Selain itu, produk UMKM dan juga hasil alam dari Kabupaten Kendal memiliki kualitas sangat baik. Beberapa produk, jelas Ibu Bupati kepada Menkeu, telah dipasarkan di jaringan swalayan internasional. Ini menandakan kualitas yang sangat marketable dan layak untuk diekspor.

“Hal-hal seperti ini mestinya bisa dikombinasikan dengan instrumen-instrumen fiskal yang kita miliki. Ada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk penunjang ekspor kita yang sekaligus tidak hanya memberikan kredit tapi juga pembinaan dari yang paling kecil ada kredit usaha rakyat. Kita juga masih punya lagi yang untuk segmen yang sangat kecil ultra mikro ini UMi untuk masyarakat yang membutuhkan kredit di bawah 10 juta dengan suku bunga yang masih bisa terjangkau oleh mereka,” ungkap Menkeu.

Pada kesempatan itu Menkeu pun menyampaikan akan meminta tim Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendukung kemajuan produk serta pembangunan kawasan industri kota Kendal agar kawasan ekonomi ini dapat didedikasikan untuk pengembangan UMKM. Melalui kolaborasi dan sinergi seluruh stakeholders serta memanfaatkan seluruh instrumen fiskal yang ada, Menkeu yakin manfaatnya akan dapat dirasakan masyarakat lebih cepat dan lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini