Fakta Sri Mulyani Ditawari Pinjol saat Utang Pemerintah Rp6.361 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 28 320 2385432 fakta-sri-mulyani-ditawari-pinjol-saat-utang-pemerintah-rp6-361-triliun-g6g1tvzvB3.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram @SMIndrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sering mendapatkan tawaran utang online lewat SMS. Hal ini membuat Sri Mulyani kesal.

Tawaran utang ini bukan angka yang besar, melainkan sebesar Rp1 juta hingga Rp5 juta. Sri Mulyani kesal lantaran harus menghapus SMS dari nomor yang tidak dikenal dan meresahkan.

 Baca juga: 4 Fakta Sri Mulyani Kesal Ditawari Dana Cepat Rp5 Juta

Berikut fakta-fakta Sri Mulyani ditawari Pinjol Rp5 Juta yang telah dirangkum oleh Okezone, Senin (29/3/2021):

1. Sri Mulyani Cerita Dapat Pinjaman Online

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah mencapai Rp6.361 triliun per akhir Februari 2021. Jumlah tersebut naik Rp127,87 triliun jika dibandingkan bulan Januari yang mencapai Rp6.233,13 triliun.

 Baca juga: Nomor Handphone Sri Mulyani Diteror SMS Pinjaman Dana Cepat

"Sekarang banyak yang tawarkan, Anda butuh dana cepat? Itu HP saya tiap hari harus hapus-hapus kayak gitu. Anda butuh Rp1 juta, Rp5 juta, kalau kamu punya BPKB rumah, jaminan dan sebagainya,” ujar Sri Mulyani dalam webinar Indonesia Data and Economic Conference 2021.

2. Kemajuan Teknologi Finansial untuk Mudahkan Masyarakat

 

Kendati demikian, maraknya tawaran utang online ini kata Sri Mulyani tidak terlepas dari kemajuan teknologi finansial atau fintech, yang memudahkan masyarakat mencari pinjaman uang secara cepat dan online.

3. Sri Mulyani Ingatkan Masyarakat Soal Fintech Ilegal

 

Namun, Sri Mulyani mengingatkan agar masyarakat mewaspadai fintech ilegal. Jika tidak, fintech ilegal ini akan berdampak buruk ke depannya.

"Maka dari itu saya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat, supaya mereka tahu mana yang legal dan mana yang tidak. Fintech sekarang sudah muncul orang seperti tengkulak, sekarang tengkulaknya coming to your handphone," cetus Sri Mulyani.

4. Akan Perbaiki Ekosistem Keuangan

Namun, dia mengakui bahwa kemajuan teknologi tersebut memang tidak dapat dihindari. Dari sisi positifnya, keberadaan platform digital ini bisa meningkatkan inklusivitas keuangan di Indonesia.

"Sebagai pembuat kebijakan, tentunya saya harus menerima perkembangan dan kemajuan tersebut. Saya sangat humble, eventhough saya sudah lama jadi Menteri Keuangan. Kita akan perbaiki ekosistem keuangan kita seiring perkembangan, saya humble dengan fenomena ini," tukas Sri Mulyani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini