Harga Emas Berjangka Turun Lagi 1,6%

Rabu 31 Maret 2021 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 31 320 2386897 harga-emas-berjangka-turun-lagi-1-6-paMcDtkiKl.jpg Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTAHarga emas tergelincir hampir 2% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), menjadi terhempas di bawah level psikologis 1.700 dolar, karena penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi, serta harapan pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang lebih cepat mengurangi permintaan safe-haven logam kuning.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD28,6 atau 1,67% menjadi ditutup pada USD1.686 per ounce, setelah menyentuh terendah sesi di USD1.678,80. Ini pertama kalinya emas COMEX kembali level USD1.600 sejak 12 Maret dan merupakan penurunan satu hari terbesar sejak 26 Februari.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Tipis ke USD1.732/Ounce

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan sebagai acuan melonjak ke tingkat tertinggi14 bulan, didukung oleh harapan pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat menjelang rencana infrastruktur bernilai jutaan dolar oleh Presiden AS Joe Biden.

"Penggerak jangka pendek tampaknya menjadi sangat bearish untuk emas," kata Analis Pasar Senior di OANDA Edward Moya dilansir dari Antara, Rabu (31/3/2021).

Baca Juga: Harga Emas Turun Rp3.000, Termurah Rp510.500

Dia mengaitkan pelemahan emas baru-baru ini pada penguatan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

Sementara itu emas kemungkinan akan melihat beberapa tekanan dalam jangka pendek, para investor memperkirakan kekhawatiran inflasi dapat "pada akhirnya memicu hiruk-pikuk pembelian emas," tambah Moya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan, membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi telah mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena mereka meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar suku bunga.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (30/3/2021) juga semakin mendorong emas lebih rendah. Indeks Harga Rumah Nasional S&P CoreLogic Case-Shiller melonjak 11,2% pada Januari, naik dari tingkat tahunan 10,4% di bulan sebelumnya.

Sementara itu, lembaga riset swasta Conference Board melaporkan bahwa indeks kepercayaan konsumen terangkat menjadi 109,7 pada Maret, naik dari 90,4 pada Februari.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 63,4 sen atau 2,56% menjadi ditutup pada USD24,137 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD23,5 atau 1,98% menjadi ditutup pada USD1.160,60 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini