Laba Puradelta Lestari Naik 1% di 2020

Kamis 01 April 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 278 2387757 laba-puradelta-lestari-naik-1-di-2020-IRSplRBm48.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - Emiten properti, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membukukan laba bersih sebesar Rp1,35 triliun di tahun 2020 atau tumbuh 1% dibandingkan laba bersih pada tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp1,33 triliun.

Mengutip neraca, Direktur DMAS, Tondy Suwanto mengatakan, masih tumbuhnya perolehan laba di tengah pandemi karena perseroan berhasil memanfaatkan peluang-peluang permintaan lahan industri yang ada sepanjang tahun 2020.

Baca juga Pemilik Kawasan Industri Raksasa Ini Turunkan Target Pra Penjualan Jadi Rp2 Triliun

Selain itu, lanjutnya, perseroan meraih pendapatan usaha dan laba bersih yang mantap untuk tahun 2020, dimana 94,1% porsi pendapatan usaha tersebut dikontribusi oleh penjualan lahan industri.

Dirinya menambahkan, sepanjang tahun 2020 perseroan membukukan pra penjualan Rp2,39 triliun atau tumbuh 19% dari target sebesar Rp2 triliun. Sebagiannya tersebut, telah dicatatkan sebagai pendapatan usaha di tahun 2020.

 Baca juga: Puradelta Lestari Bukukan Penjualan Rp1,6 Triliun di Kuartal III

Padahal, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp2,63 triliun atau turun 0,75% dibandingkan dengan pendapatan usaha di tahun 2019 sebesar Rp2,65 triliun. Rincinya, pendapatan usaha Perseroan di tahun 2020 didominasi oleh segmen industri, dimana kontribusi dari segmen industri mencapai Rp2,48 triliun atau 94,1% dari total pendapatan.

Sedangkan, segmen usaha lain seperti segmen komersial 3%, hunian 2,1%, hotel 0,5% persen dan sewa 0,3%. Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp1,62 triliun di tahun 2020.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan pra-penjualan atau marketing sales senilai Rp 2 triliun. Puradelta mengungkapkan bahwa target marketing sales tersebut cukup realistis untuk dicapai dan akan ditopang oleh penjualan lahan industri. “Kami melihat bahwa potensi penjualan lahan industri tetap baik di tahun 2021 seiring dengan permintaan lahan industri yang masih tinggi walaupun masa pandemi belum berakhir,”kata Tondy Suwanto.

Potensi pasar yang besar, berkembangnya infrastruktur, dan meningkatnya kemudahan berinvestasi, menjadi daya tarik Indonesia bagi investor asing untuk menanamkan modal. Tentunya, lanjut Tondy, ini menjadi hal yang positif bagi usaha pengembang kawasan industri secara umum, termasuk DMAS. “Pada awal tahun 2021 ini, masih ada permintaan lahan industri yang cukup tinggi terutama dari sektor otomotif dan data center,”ungkapnya.

Tondy mengungkapkan, DMAS telah menarik berbagai pelanggan industri berkelas dunia pada tahun lalu, termasuk dari sektor industri pangan, pergudangan, otomotif, hingga data center. Dia menyebut, Deltamas menjadi pemimpin pangsa pasar untuk usaha pengembang kawasan industri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini