Pajak Dinaikkan, Jangan Kaget Tiba-Tiba Harga Pertamax Cs Ikutan Naik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 04 April 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 04 320 2389171 pajak-dinaikkan-jangan-kaget-tiba-tiba-harga-pertamax-cs-ikutan-naik-Bh9RJwm1cK.jpg Harga BBM Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertalite hingga Pertamax sebesar Rp200 per liter. Kenaikan harga BBM ini menyusul naiknya tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dari yang semula 5% menjadi 7,5%.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, penyesuaian harga tersebut memang harus dilakukan Pertamina karena PBBKB sendiri termasuk salah satu komponen harga BBM, sehingga ketika tarif pajak PBBKB di suatu mengalami kenaikan, maka otomatis hal itu akan mendongkrak harga BBM di daerah tersebut.

"Karena kenaikan BBM yang terjadi di Sumatera Utara itu sendiri karena memang sesuai dengan Peraturan Gubernur yang mengatur bahwa untuk BBM nonsubsidi tarif PBBKBnya naik menjadi 7,5% dari tarif sebelumnya yang hanya 5%," kata Mamit di Jakarta, Minggu (4/4/2021).

Baca Juga: Harga Pertalite hingga Pertamax Naik Hari Ini, Cek Daftarnya 

Menurutnya, jika Gubernur Sumut Edy Rahmayadi paham dan memang harusnya paham bahwa salah satu komponen harga dari BBM adalah pajak PBBKB maka dia pasti tidak akan menyalahkan Pertamina.

"Sebab ketika Pajak PBBKB mengalami kenaikan maka secara otomatis akan dilakukan penyesuaian terhadap harga BBM, karena salah satu komponen penyusunan harga BBM adalah PBBKB. Sedangkan komponen yang lain adalah harga crude oil, kurs mata uang rupiah, PPn 10%, hingga margin untuk penyalur. Jadi memang cukup banyak komponen untuk menentukan harga BBM," paparnya.

Bahkan menurut Mamit, seharusnya di tengah kondisi saat ini di mana masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19 pimpinan di daerah tidak melakukan kenaikan pajak PBBKB.

"Justru jika ingin membantu masyarakat maka gubernur harus mengurangi tarif pajak tersebut. Kita tahu bahwa Pajak PBBKB ini untuk mengisi kas daerah, artinya tidak masuk ke pusat atau ke Pertamina. Jadi meskipun ditagih oleh badan usaha tapi nanti akan disetorkan ke kas daerah ataun Pemda," jelasnya.

Baca Juga:  Harga Pertamax Cs Naik, Pertamina Ikut Keputusan Gubernur

Oleh karena itu, kata Mamit, masyarakat perlu diluruskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumatera Utara itu memang karena ada komponen yang dinaikkan oleh Pemda sendiri yaitu PBBKB.

"Apalagi di daerah-daerah lain seperti di Jakarta, di Jawa dan daerah-daerah lainnya tidak mengalami kenaikan harga BBM dan masih tetap seperti biasa karena memang tidak mengalami kenaikan pajak PBBKB," pungkasnya.

Harga Pertamax Cs Naik, Pertamina Ikut Keputusan Gubernur

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini