UMKM Bisa Ambil Peluang di Tengah Covid-19, Begini Caranya

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 07 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 320 2391048 umkm-bisa-ambil-peluang-di-tengah-covid-19-begini-caranya-NUGbkTwgif.jpg Peluang UMKM di Tengah Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam melakukan digitalisasi ekonomi di tengah situasi pandemi Covid-19 merupakan hal yang tepat.

Dengan didukung peningkatan kualitas infrastruktur, konektivitas internet, serta edukasi, khususnya kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemulihan ekonomi nasional berada di jalan yang benar.

Pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum yang tepat untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem digital.

Baca Juga: Wapres: UMKM Tidak Boleh Tercecer dalam Hal Digitalisasi

"Penting agar kita memanfaatkan peluang yang muncul dari pandemi untuk bergerak maju. Dari sisi retail, kita bisa kita pergunakan momentum untuk mengadopsi teknologi secara lebih luas, baik untuk mempermudah akses konsumen maupun mempermudah operasi. Dari sisi lingkungan kerja, sebaiknya kita mempertahankan fleksibilitas tempat kerja dimana karyawan bisa bekerja dari rumah maupun dari kantor. Peran kantor lalu akan bergeser menjadi tempat networking dan berkolaborasi," ujar Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Mindaugas Trumpaitis dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Lebih lanjut Mindaugas mengatakan, pihaknya terus mendukung UMKM di Indonesia, utamanya para pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), dalam melakukan transformasi digital.

Baca Juga: Jokowi Minta Porsi Kredit UMKM Naik Jadi 30%

"Para pemilik toko kelontong SRC yang menggunakan teknologi ini berhasil meningkatkan pendapatan secara rerata sebesar 50%," kata Mindaugas.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa digitalisasi UMKM sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta menjadi jembatan gap terbesar dalam proses digitalisasi UMKM yakni produk yang tidak standar.

Transformasi ini dinilai dapat mendorong inklusi dan literasi keuangan masyarakat, serta mempercepat tahapan pemulihan perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan bahwa salah satu tantangan dalam melakukan digitalisasi ekonomi, termasuk UMKM, adalah kualitas konektivitas, serta infrastruktur sistem teknologi informasi yang belum merata.

Dia pun mengatakan bahwa infrastruktur sistem teknologi informasi telah menjadi prioritas pemerintah.

"Pada tahun 2021, Indonesia telah menyatakan bahwa infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) adalah bagian dari kebutuhan infrastruktur dasar, seperti air, sanitasi, jalan, serta listrik," katanya. 

Hal ini demi mempercepat akselerasi digitalisasi ekonomi. Baru-baru ini, pemerintah juga meluncurkan program Konektivitas Digital 2021 yang bertujuan, antara lain, membangun infrastruktur penunjang konektivitas digital yang menghubungkan seluruh pelosok Indonesia.

Bambang juga mendorong perusahaan telekomunikasi untuk turut mengambil peran untuk berinvestasi di sektor infrastruktur sistem teknologi informasi. Tak hanya itu, Bambang juga meminta agar jasa telekomunikasi dipatok dengan tarif yang lebih rendah sehingga terjangkau oleh mayoritas warga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini