Kendaraan Pribadi Dilarang Wari-wiri saat Mudik Lebaran

Kamis 08 April 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 320 2391640 kendaraan-pribadi-dilarang-wari-wiri-saat-mudik-lebaran-zYZolJQajx.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melarang moda transportasi termasuk kendaraan pribadi untuk beroperasi pada 6 hingga 17 Mei 2021. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masyarakat mudik Lebaran tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, larangan moda transportasi untuk beroperasi juga berlaku untuk perjalanan darat. Di mana ada beberapa jenis kendaraan dan moda transportasi yang akan dilarang pada masa mudik lebaran tahun ini.

Pertama, kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang. Lalu kendaraan motor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor.

"Serta kapal angkutan sungai, danau, dan penyeberangan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Kemenhub: Mudik Dilarang agar Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Sementara itu, ada beberapa kendaraan yang masih diperbolehkan untuk melakukan perjalanan, pertama adalah kendaraan pimpinan tinggi lembaga RI. Kemudian kendaraan dinas operasional berplat dinas TIN dan juga Polri.

Kemudian ada kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulan dan mobil jenazah. Serta yang terakhir adalah mobil barang yang tidak membawa penumpang.

"Jadi khusus mobil barang yang membawa barang saja, bukan untuk membawa penumpang. Seperti kasus yang tahun lalu, banyak mobil barang yang digunakan untuk membawa penumpang, itu tidak boleh," jelas Budi.

Baca Juga: Pemprov DKI Belum Siapkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta, Dishub: Masih Menunggu Aturan Pusat

Selanjutnya kendaraan yang digunakan pelayanan kesehatan darurat, ibu hamil dan anggota keluarga intinya juga akan mendampingi. Dan terakhir adalah kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja migran Indonesia, WNI, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri.

"Serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Budi.

Sementara itu, ada beberapa kelompok masyarakat juga yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Pertama terhadap masyarakat yang melakukan kunjungan terhadap keluarga sakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini