Bank Minta Pembiayaan Premi Penjamin Dihapus, LPS Konsul ke DPR

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 320 2392199 bank-minta-pembiayaan-premi-penjamin-dihapus-lps-konsul-ke-dpr-xHlxkO1DAK.jpg Bank Minta Pembiayaan Premi Penjamin Dihapus. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) buka suara mengenai perbankan yang minta pembayaran premi penjamin dihapus.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi rencana penghapusan pinjaman premi penjamin untuk perbankan.

Baca Juga: OJK: Bank Digital Baru Harus Punya Modal Inti Rp10 Triliun

"Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Perbanas mengirimkan surat untuk dihilangkan premi LPS. Waktu itu kami jawab, tidak bisa karena undang-undangnya tidak bisa. Namun kita lihat, bila memang itu dimungkinkan dan dampaknya positif kepada ekonomi maka akan kami lakukan evaluasi ulang,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa secara virtual pada Jumat (9/4/2021).

LPS akan mendiskusikan kemungkinan penghapusan premi penjaminan itu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kendati demikian, Purbaya melihat ada kelemahan perekonomian Indonesia saat ini yakni belum tumbuhnya kredit perbankan.

Baca Juga: Bank Besar dan Kecil Persiapkan Diri Menuju Digitalisasi

"Kalau emang itu dimungkinkan dan dampak positif ke perek dan akan evaluasi ulang dan konsultasi dengan DPR,"bebernya

Dia menambahkan saat ini kredit belum tumbuh seperti yang dikeluhkan. Adapun, Perbanas diminta jangan menyalurkan uang hanya di Bank Indonesia.

 "Jangan taruh di BI saja. Kalau itu terjadi akan serius evaluasi dan pertimbangkan premi tersebut. kalau benar-benar berdampak positif bisa recovery ekonomi asal perbanas sadar jangan salahin pem dan regulator aja," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini