JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi bakal mengalami tekanan. Hal ini dikarenakan rebound-nya yield obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun.
Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan yield Treasury AS kini berada di sekitar 1,66%. Sebelumnya di awal hari Jumat, yield berada di kisaran 1,62%.
Baca juga: Gagal Taklukan Dolar AS, Rupiah Melemah ke Rp14.545/USD
"Yield naik karena data indikator inflasi AS menunjukkan kenaikan melebihi proyeksi. Data indeks harga produsen AS bulan Maret Jumat malam pekan lalu dirilis naik 1,0% vs proyeksi 0,5%. Kenaikan yield ini sebagai antisipasi kenaikan inflasi AS," kata Ariston di Jakarta, Senin (12/9/2021).
Yield AS yang kembali meninggi ini akan memberikan tekanan ke nilai tukar rupiah karena dollar AS menjadi lebih menarik.
Baca juga: Rupiah Kian Lesu, Bergerak Dekati Rp14.600/USD
"USDIDR berpotensi bergerak menuju area Rp14.600 per USD, dengan potensi support di kisaran Rp14.530 per USD," tandasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.