Rupiah Terpuruk Dekati Rp14.600/USD Tertekan Pemulihan Ekonomi AS

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 12 April 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 278 2393406 rupiah-terpuruk-dekati-rp14-600-usd-tertekan-pemulihan-ekonomi-as-zf88FYUMVa.jpg Rupiah Melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar ditutup melemah. Pada perdagangan hari ini, Rupiah melemah 30 poin atau berada di level Rp14.595.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan. Rupiah melemah disebabkan pulihnya ekonomi di Amerika Serikat.

Menurutnya, Ketua Fed Jerome Powell berbicara pada hari Rabu di Economic Club of Washington, mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dengan ekspektasi bahwa pertumbuhan dan perekrutan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

"Tanda-tanda pemulihan ekonomi AS terus bermunculan. Data terbaru yang dirilis pekan lalu menunjukkan indeks harga produsen (producer price index/PPI) meroket 4,2% pada bulan Maret," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Rupiah Tertekan ke Rp14.525/USD, Ini Biang Keroknya

Ibrahim menyampaikan, kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 9 tahun terakhir. Selain itu, kenaikan PPI mengindikasikan roda bisnis mulai semakin menggeliat, dan para wirausahawan mulai meningkatkan aktivitasnya.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik juga diprediksi oleh The Fed. Dalam notula rapat kebijakan moneter edisi Maret yang dirilis pekan lalu menunjukkan The Fed menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi 6,5% dari prediksi sebelumnya 4,2%," ungkapnya.

Baca Juga: Dolar Tekan Rupiah ke Level Rp14.557/USD

Besarnya revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut tidak diikuti dengan pembaharuan panduan kebijakan yang akan diambil, sehingga menimbulkan tanda-tanya di pasar. Selain itu, The Fed juga memproyeksikan tingkat pengangguran di akhir tahun nanti sebesar 4,5% dan inflasi berada di 2,2%.

"Yang menarik, meski proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi cukup besar, tetapi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Suku bunga 0,25% masih akan dipertahankan hingga tahun 2023, sementara program pembelian aset (quantitative easing/QE, senilai US$ 120 miliar belum akan dikurangi nilainya alias tapering. Artinya, dengan pemulihan ekonomi AS diprediksi lebih cepat dari prediksi, serta The Fed yang tidak akan merubah kebijakan moneternya tentunya memberikan efek ganda ke pasar finansial." Jelasnya

Untuk perdagangan besok, Ia memprediksi mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemahdi rentang Rp14.585 - Rp14.610.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini