Cerita Jatuh Bangun Indusri Penerbangan Hadapi Covid-19, Kehilangan 60 Juta Penumpang

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395196 cerita-jatuh-bangun-indusri-penerbangan-hadapi-covid-19-kehilangan-60-juta-penumpang-Oc3TAYovP2.jpg Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah bersama dengan beberapa stakeholder lain terus berusaha untuk mencari solusi menghadapi pandemi covid-19. Apalagi Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan, di mana transportasi udara menjadi hal yang sangat penting.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, dampak pandemi bagi industri penerbangan sangat terasa. Pada awal pandemi lalu pada Maret 2020, penerbangan nasional mengalami penurunan hingga 70%.

Penerbangan itu mencakup dari mulai domestik hingga internasional. Tak hanya itu, kegiatan kargo juga mengalami penurunan dari 1,1 juta menjadi 429 ribu ton saja.

“Pada 2020 tepatnya Maret 70% jumlah penerbangan nasional kita turun baik domestik atau internasional. Sekitar 65% jumlah kegiatan kargo logistik turun dari 1,1 juta menjadi 429 ribu ton,” ujarnya dalam acara Webinar INACA, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Menhub Minta Operator Penerbangan Kerjasama 

Oleh karena itu lanjut Denon, pandemi covid-19 menjadi tantangan yang luar biasa bagi industri penerbangan. Dirinya juga menberikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan yang terus mengakselerasi kegiatan logistik di Indonesia meskipun di tengah pandemi.

“Ini jadi tantangan luar biasa, kita pelaku industri harus bisa mengapresiasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan di dalam mengakselerasi kegiatan logistik di Indonesia, mengatur tatanan,” ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya pun terus aktif mencari-cara untuk menghadapi pandemi. Berbagai diskusi dilakukan untuk mencari cara agar industri penerbangan bisa bertahan dari pandemi covid-19.

Dalam diskusi pertama adalah fokus pada masalah kesehatan. Di mana para pelaku industri penerbangan bersama dengan stekholder kesehatan melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan dan yang berkaitan dengan distribusi vaksin.

“Kita sudah melakukan FGD pertama tentang isu kesehatan. Dampak dari covid begitu besar terhadap sosial ekonomi kita. Bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB menerapkan protokol kesehatan dan distribusi vaksin,” jelasnya.

Setelah isu kesehatan selesai, selanjutnya adalah yang berkaitan dengan stimulus. Denon menjelaskan pada 2020, ada 60 juta penumpang hilang yang akhirnya berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi

“Ada stimulus PSC akhir 2020 bisa bermanfaat kepada masyarakat melakukan perjalanan,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini