Ketua Baznas Colek Jokowi Terbitkan Perpres Gaji PNS Dipotong Zakat 2,5%

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395203 ketua-baznas-colek-jokowi-terbitkan-perpres-gaji-pns-dipotong-zakat-2-5-F5Vkrc5eAF.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad meminta agar Peraturan Presiden (Perpres) tentang kewajiban para ASN, Pegawai BUMN, TNI/Polri, dan korporasi untuk membayar zakat segera diterbitkan.

Hal ini disampaikan Noor di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara pembayaran zakat dan peluncuran gerakan cinta zakat di Istana Negara.

“Dalam rangka untuk manifestasikan budaya gotong royong, sekiranya Bapak Presiden juga berkenan mengeluarkan Perpres tentang pengelolaan zakat pendapatan dan jasa melalui Baznas pada kementerian/lembaga, TNI, Polri, BUMN, dan BUMD,” katanya, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Dirut BSI: Keppres Gaji PNS Dipotong Zakat 2,5% Diajukan ke Jokowi 

Seperti diketahui sebelumnya ramai wacana adanya pemotongan gaji PNS dan pegawai BUMN untuk zakat. Di mana besarannya mencapai 2,5%. Bahkan pada akhir Maret lalu Noor sebelumnya menyebut bahwa hal tersebut telah didukung Presiden Jokowi.

Dia mengatakan pentingnya pembangunan ekosistem zakat. Hal ini agar tercipta sebuah alur komunikasi yang bersifat ketuhanan. Dia menekankan bahwa zakat berfungsi untuk membersihkan pemilik harta.

“Tercipta koridor ketuhanan, penghambaan dalam ranah ekonomi dan koridor pemerintah dalam hal ini amil, dalam rangka membersihkan pemilik harta, para muzakki, dan membantu mustahiq,” ujarnya.

Lebih lanjut Noor mengatakan bahwa visi Baznas adalah menjadi lembaga pengelola zakat yang kuat, terpercaya, akuntabel, dan modern. Dimana dalam menghadapi covid dan berbagai macam bencana, Baznas telah berikan bantuan langsung melalui Baznas provinsi yang bekerja sama dengan gubernur masing-masing.

“Khusus banjir NTT, saat rakornas Baznas seluruh Indonesia telah kumpulkan bantuan Rp1,5 miliar secara langsung dan akan segera disalurkan,” ujarnya.

“Dalam hadapi Covid, Baznas juga inisiasi tiga program pendistribusian, yakni program darurat kesehatan, program darurat sosial ekonomi, dan program kelanjutan yang sudah berjalan. Untuk 3 program ini, Baznas telah distribusikan dana lebih Rp722 miliar dengan total penerima manfaat mencapai 5,6 juta jiwa. Di mana Rp115 miliar untuk program darurat kesehatan, Rp607 miliar program darurat sosial ekonomi,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini