Tren Belanja Online di Awal Ramadhan, Produk Makanan Laris Manis

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 17 April 2021 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 455 2396204 tren-belanja-online-di-awal-ramadhan-produk-makanan-laris-manis-UrSJ0CibLb.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA) merilis data awal pergerakan tren belanja online di pekan pertama Ramadhan tahun ini.

Kepala Bidang Komunikasi Publik idEA Astrid Warsito mengaku telah menarik data dari berbagai e-Commerce demi melihat tren belanja online pekan pertama puasa ini. Hasilnya menunjukkan secara garis besar terjadi pertumbuhan signifikan pembelian pada beberapa produk seperti; makanan dan kebutuhan harian, MRO (perkakas), pakaian atau baju muslim, serta produk TV & Home audio.

Baca Juga: Harbolnas Ramadhan Gratis Ongkir, Sri Mulyani: Biar Orang Belanja

"Secara transaksi rata-rata ada kenaikan transaksi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan transaksi harian sebelum Ramadhan. Data kami melihat mayoritas data e-commerce, yaitu perpaduan e-retailers dan marketplace," kata Astrid saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (17/4/2021).

Dia juga memberikan gambaran momen Harbolnas Desember tahun 2020 sebagai acuan tren belanja di masa pandemi. Seperti diketahui, tren belanja online melesat naik sejak COVID-19 merajalela di Indonesia.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Digitalisasi Pasar Pasti Terjadi, Pedagang Harus Belajar Teknologi

Hal yang menarik diperhatikan adalah daya tarik utama pembelian terletak pada promo ongkos kirim yang gratis, sebesar 78%. Setelah itu baru promo potongan harga. Sementara untuk penggunaan voucher dan cashback tidak terlalu diminati konsumen.

Lalu siapa profil konsumen tersebut?

Ternyata konsumen yang menjadi pasar terbesar berada pada kalangan milenial. Yakni 36% ada pada rentang usia 15-24 tahun, serta 34% lainnya pada kelompok umur 25-34 tahun. Kalangan yang kategori 'dewasa' yakni pada rentang usia 35-44 tahun hanya berkisar 19% saja. Sisanya merupakan konsumen di kelompok usia 45 tahun ke atas. Kaum pria masih mendominasi pembelian.

Fakta menarik lainnya adalah kenaikan transaksi dari luar Jawa. Dominasi transaksi di pulau paling padat di Indonesia ini mulai bergeser. Dari total kenaikan penjualan yakni 28%, mayoritas 97% berasal dari luar Jawa.

Lalu, produk-produk yang mendominasi minat konsumen, pada dasarnya sudah bisa diprediksi. Kompetisinya tipis antara produk perawatan diri, makanan dan minuman, serta kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar pembelian produk-produk tersebut menyasar buatan lokal. Sumbangsih dari produk lokal bahkan mencapai Rp5,6 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini