Sulap Minyak Jelantah Jadi Biodiesel, Bocah Ini Raup Rp200 Juta/Bulan

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 455 2396512 sulap-minyak-jelantah-jadi-biodiesel-bocah-ini-raup-rp200-juta-bulan-yIkmFG39Bc.jpg Biodiesel (Foto: Okezone)

Untuk menjalin jejaring, Andi pernah bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), di mana tujuan Andil untuk mencari teman-teman yang memiliki visi serupa.

"Saya bercerita tentang impian saya merintis bisnis biodiesel ini, berharap ada yang mau membangun bersama-sama. Hingga akhirnya saya menemukan teman yang percaya kepada saya,” kata Andi.

Pada forum-forum tersebut, Andi mendapatkan banyak teman dari luar negeri. Andi mendapatkan banyak insight dari pengalaman teman-teman barunya. Tak sedikit pula teman dari negara asing itu yang kemudian menawarkan berbagai bentuk kerja sama.

Suatu kali, dia kesulitan mendapat jelantah, karena adanya mafia yang mengumpulkan jelantah untuk dipakai ulang. Ia lalu mempelajari model bank sampah.

“Berbekal berbagai analisis, kami membuat bank minyak jelantah RT/RW, yang efektif sampai hari ini. Kami memberi fasilitas, seperti check point dan jerigen, untuk kemudahan masyarakat. Dengan sistem ini, kami mengintegrasi satu kota” ucapnya.

Namun, untuk membuat bank minyak jelantah yang ideal, diperlukan biaya tidak sedikit dan Andi mengajak perusahaan besar untuk bekerja sama membuat bank minyak jelantah. Banyak perusahaan besar berskala nasional dan multinasional yang tertarik, karena mereka bisa menerapkan CSR, sekaligus mendapat ruang untuk branding.

Dia juga membuat bank sampah di sekitar 20 sekolah, menyasar 500 siswa yang berarti membidik 500 rumah tangga. Setiap tiga hari mereka mengumpulkan segelas jelantah dalam wadah yang bisa dipakai ulang.

"Tabungan jelantah siswa itu hanya bisa dicairkan dalam bentuk program ekstrakurikuler berbasis lingkungan,” tuturnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini