Pengeluaran Naik Ketika Ramadhan, Apa Masalahnya?

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 622 2397706 pengeluaran-naik-ketika-ramadhan-apa-masalahnya-sXchKFCcha.jpg Tips Mengelola Keuangan (Shutterstock)

JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan, banyak orang yang merasa pengeluaran semakin meningkat dan akhirnya membutuhkan pemasukan tambahan, termasuk dari THR. Padahal, dengan berpuasa dan berkurangnya aktivitas seharusnya bisa membuat orang lebih mudah berhemat.

Ketika berpuasa, orang menjadi tidak mengeluarkan dana untuk makan siang atau cemilan-cemilan yang biasa dimakan siang hari. Beberapa orang juga memiliki jam kerja yang lebih singkat dibanding bulan-bulan lain. Lalu, mengapa kebanyakan orang merasa pengeluarannya meningkat?

 Baca juga: 4 Tips Mengatur Keuangan Bersama Pasangan

Perencana keuangan Eko Endarto melihat fenomena tersebut didasari karena peningkatan harga bahan pokok yang melonjak ketika bulan Ramadan, bahkan ketika menjelang lebaran.

“Pengeluaran meningkat di bulan Ramadan karena harga-harga naik, sehingga pengeluaran orang jadi naik untuk kebutuhan yang sama, hal tersebut karena penjual juga mengejar kebutuhan untuk lebaran seperti untuk gaji dan THR, jadi mereka naikin harga barang,” ujar Eko kepada Okezone, Rabu (21/4/2021).

 Baca juga; 4 Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari

Walaupun begitu, ada masalah lain yang mengakibatkan pengeluaran orang di bulan Ramadan meningkat, yaitu karena orang cenderung malah meningkatkan kebutuhan konsumsinya terutama untuk menyiapkan sajian takjil atau berbuka puasa.

“Kalau naiknya karena harga tidak masalah, tapi yang jadi masalah kalau naiknya karena konsumsi berlebihan karena merasa Ramadan ini bulan spesial jadi harus dirayakan dengan spesial juga, yang harusnya tidak ada tambahan makanan jadi harus ada untuk berbuka. Nah ini kan yang tidak boleh harusnya,” tambahnya.

Sama halnya dengan Perencana Keuangan Agustina Fitria. Dia berpendapat seharusnya pengeluaran di bulan Ramadan tidak berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Hanya saja banyak orang yang boros untuk menyiapkan sajian berbuka.

“Secara umum harusnya perhitungan di atas kertas jadi lebih hemat. Tapi kenyataannya, terutama di Indonesia, orang jadi malah lebih boros. Biasanya yang sudah berkeluarga dan punya anak merasa lebih boros karena ada yang namanya takjil, yang biasanya tidak ada jadi ada, artinya ada pengeluaran lebih,” terang Agustina kepada Okezone.

Agustina menambahkan, orang cenderung berlebihan dalam menyiapkan takjil karena suka lapar mata ketika berbelanja bahan makanan. Hal yang sama juga dirasakan oleh orang yang tidak memasak dan memilih untuk membeli makanan langsung.

“Masalahnya yang lapar bukan perutnya, tapi matanya. Mungkin karena habis puasa jadi rasanya pengen makan saja,” papar Agustina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini