BI Catat Rupiah Bulan Ini Terdepresiasi hingga 1,16%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 278 2398180 bi-catat-rupiah-bulan-ini-terdepresiasi-hingga-1-16-zLKb4l7tm8.jpg Rupiah Terdepresiasi Bulan Ini. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pergerakan nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global masih tinggi. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Rupiah pada April 2021 (per 19 April) mencatat depresiasi 1,16% secara rerata dan 0,15% secara point to point dibandingkan dengan level akhir Maret 2021.

"Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut seiring dengan masih berlangsungnya ketidakpastian pasar keuangan yang kemudian menahan aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik," kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Rupiah Melemah 3,42% hingga April, Lebih Rendah dari Lira dan Baht

Dengan perkembangan ini, Rupiah sampai dengan 19 April 2021 mencatat depresiasi sekitar 3,42% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dari sejumlah negara berkembang lain, seperti Brazil, Turki, dan Thailand.

"Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," katanya.

Baca Juga: Menanti BI Rate, Rupiah Tekan Dolar AS ke Rp14.547

Sementara itu, inflasi tetap rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,08% (mtm) atau 1,37% (yoy). Inflasi inti tetap rendah sejalan dengan pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target.

"Inflasi kelompok volatile food tetap terkendali meski meningkat seiring faktor cuaca," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini