Restrukturisasi Kredit, Pengusaha Punya Nafas Panjang Sampai Ekonomi Dibuka Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 26 April 2021 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2400672 restrukturisasi-kredit-pengusaha-punya-nafas-panjang-sampai-ekonomi-dibuka-lagi-5cKcZ0lVMt.jpg Restrukturisasi Kredit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuahkan hasil. Karena beberapa pengusaha mengaku memiliki nafas yang cukup panjang setelah mendapatkan restrukturisasi kredit modal kerja baru.

Staf Ahli OJK Ryan Kiryanto mengatakan, kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) restrukturisasi kredit debitur terdampak Pandemi Covid-19 diapresiasi oleh banyak pelaku usaha. Kebijakan ini salah satu dari berbagai stimulus keuangan lain diterbitkan regulator selama pandemi Corona melanda.

Salah satunya adalah perubahan Peraturan OJK Nomor 48 tahun 2020 tentang restrukturisasi dan kredit modal kerja baru bagi nasabah yang terdampak pandemi Covid-19, banyak mendapatkan apresiasi. Aturan yang merupakan perubahan dari Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 diubah menjadi POJK Nomor 48 Tahun 2020 ini dilakukan lantaran tidak hanya membantu pelaku bisnis keluar dari ancaman gagal bayar pinjaman, tetapi juga diyakini signifikan membantu mempercepat reopening atau membuka kembali kegiatan ekonomi daerah.

"Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang restrukturisasi kredit seharusnya berakhir 31 Maret 2021, kemudian diperbarui menjadi POJK Nomor 48/2020 untuk diperpanjang menjadi 31 Maret 2022. Ini paling banyak diapresiasi dan ditanyakan," ujarnya dalam keterangannya, Senin (26/4/2021).

Baca Juga: Ada Restrukturisasi Kredit, Perusahaan Bisa Kembali Bangkit? 

Ryan menambahkan, berdasarkan perkembangan terkini, para pelaku usaha mengaku menjadi memiliki nafas lebih panjang. Karena status kredit lancar atau performing loan, meskipun sedang direstrukturisasi.

Meskipun begitu, OJK akan terus memotivasi dan membantu para pelaku usaha di daerah untuk membuka kembali kegiatan bisnisnya meskipun pandemi covid-19 masih belum berakhir. Oleh karena itu, pihaknya akan terus aktif untuk bertemu dengan para pelaku usaha dan stakeholder lainnya untuk mendapatkan masukan-masukan dan memantau perkembangan stimulus yang diberikan.

Namun, Ryan mengingatkan kembali juga pembukaan kembali usaha atau kegiatan ekonomi ini harus dilakukan dengan kebiasaan baru atau new normal. Jika pelaku usaha menunjukkan mereka disiplin terhadap protokol kesehatan, konsumen tidak akan ragu untuk berbelanja.

"Sehingga, seluruh kawasan terinformasi dengan baik dan pelaku usaha bisa memaksimalkan stimulus keuangan sesuai dengan komoditasnya masing-masing. Kebijakan ini akan berjalan selama satu tahun ke depan dan saat ini sudah menjelang kuartal II tahun 2021,” jelas Ryan.

Ryan menambahkan, saat ini juga terdapat sejumlah fenomena yang menunjukkan adanya geliat ekonomi. Seperti misalnya kendaraan sepanjang Pantura mulai padat, beberapa rest area penuh, serta restoran yang mulai didatangi masyarakat.

"Minimal fenomena di lapangan sudah terlihat. Jika pengusaha yakin bahwa ini saatnya untuk reopening kegiatan usaha, segeralah untuk dilakukan. Justru kalau menunggu lama, akan kehilangan momentum. Jadi reopening ekonomi itu tergantung keberanian dari setiap individu pelaku usaha untuk memulai," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini