Tsunami Covid-19, RI Tetap Impor Daging Kerbau dari India

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 320 2402123 tsunami-covid-19-ri-tetap-impor-daging-kerbau-dari-india-YHmlvud0aV.jpg RI Tetap Impor Daging Sapi dari India. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perum Bulog menyatakan bahwa Perum Bulog akan menunda sementara importasi daging kerbau dari India. Hal itu dilakukan karena penyebaran Covid-19 yang makin memburuk di negara tersebut.

Namun Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, bahwa impor daging kerbau akan tetap berjalan sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Baca Juga: Tunggu Izin Kemendag, Bulog Impor 25.000 Ton Daging Kerbau India

"Tidak ada perubahan, saat ini kita tetap mengoptimalkan apa yang sudah diputuskan sebelumnya. Daging kerbau akan tetap masuk meski ada corona,"kata Musdhalifah dalam diskusi secara virtual, Rabu (28/4/2021)

Dia menjelaskan, bahwa saat ini daging kerbau yang sudah masuk di Bulog sebanyak 13 ribu ton. Rencananya, jumlah tersebut akan bertambah di awal Mei menjelang hari raya Idul fitri.

Baca Juga: Mengejutkan! Harga Daging Kerbau RI Lebih Mahal dari Malaysia

"Kalau tidak salah yang sudah masuk di Bulog itu sudah masuk 13 ribu ton. Moga - moga ada pertambahan hingga awal bulan mei dan seminggu setelah ramadhan. mudah - mudahan ini bisa terealisasi," ujarnya

Dia menambahkan, sejatinya pemerintah sudah berupaya untuk mencari alternatif dari negara lain. Namun karena masih pandemi Covid-19 negara impor sapi pun mengalami kesulitan.

Salah satu alternatif terdekat dari Indonesia adalah Australia. Namun karena stok terbatas dan harga mahal sehingga impor daging tidak bisa dioptimalkan dari negara Kanguru tersebut.

"Dalam hal ini yang kita khususkan itu hari raya lebaran yang sudah tinggal 2 minggu lagi. Sehingga kalau mau cari alternatif lain harus dari negara yang terdekat seperti Australia. namun stok di sana sangat terbatas dan harga tinggi sehingga tidak mungkin kita tidak bisa meminta masuk dioptimalkan ke Indonesia," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini