Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Kementerian Investasi, saatnya 'Tangkap' Investor Kakap!

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 28 April 2021 |16:06 WIB
Ada Kementerian Investasi, saatnya 'Tangkap' Investor Kakap!
Bahlil Jadi Menteri Investasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tahun ini dinilai merupakan momen yang tepat bagi investor untuk melakukan penanaman modal di Tanah Air. Hal itu didasari oleh target pemulihan ekonomi pascapandemi pada 2023. Selain itu, juga dikarenakan hadirnya lembaga khusus yang mengurusi investasi, yaitu Kementerian Investasi Presiden Jokowi pada hari ini juga telah melantik Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi.

“Melihat prospek pertumbuhan ekonomi, saat ini sebenarnya waktu yang tepat untuk investasi. Misalnya tahun ini investor bisa mulai ajukan izin, kemudian membangun pabrik satu sampai dua tahun sehingga saat ekonomi pulih pada tahun 2023 sudah bisa operasi. Kalau ditunda, penyelesaian malah makin lama dan justru cost of capitalnya makin tinggi,” kata Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) David Sumual di Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi, Berikut Profilnya

Menurut David, yang paling gencar melakukan investasi adalah investor asing lantaran melihat prospek Indonesia yang besar. Hal itu tergambar dalam data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang kuartal I-2021 total realisasi investasi mencapai Rp219,7 triliun dengan pertumbuhan 4,3 persen (year on year/yoy). Dari nilai tersebut, sebesar 50,8 persen atau Rp111,7 triliun merupakan PMA. Sedangkan sisanya merupakan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan nilai Rp108,0 triliun atau setara 49,2 persen.

Tingginya minat investasi asing tersebut menurut David jangan sampai disia-siakan. Pasalnya banyak negara lain yang siap menampung investasi tersebut. Oleh karena itu, momentum ini perlu dijaga pemerintah dengan memfasilitasi kebutuhan investor.

Hal senada diungkapkan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Teuku Rifqy. Menurutnya saat ini Indonesia memang membutuhkan investasi besar untuk mendorong perekonomian. Dengan adanya peningkatan investasi bisa menjadi salah satu kunci guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cepat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement