Orang Terkaya RI Versi Sri Mulyani Sentil BUMN Asuransi soal Kasus Gagal Bayar

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 320 2402295 orang-terkaya-ri-versi-sri-mulyani-sentil-bumn-asuransi-soal-kasus-gagal-bayar-TEbKSnpNFq.jpg Asuransi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah pengelolaan asuransi.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, BUMN asuransi kadang dihadapkan pada tantangan hingga pengelolaan yang tidak cukup profesional kemudian menyebabkan gagal bayar.

"Kalau kasus gagal bayar terjadi, itu merupakan hal yang tidak bisa diterima," ujar Rionald dalam IFG Progress Launching secara virtual, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Erick Thohir soal IFG Progres: Ide Baru Asuransi Berlandaskan Akhlak 

Orang terkaya di Indonesia versi Sri Mulyani ini mengatakan, pemerintah melalui Indonesia Financial Group (IFG) sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan, diharapkan bisa mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat dengan memperkokoh kredibilitas sektor asuransi.

"Sehingga nanti Pak Robertus Billitea (Direktur Utama IFG) dan timnya bisa memperbaiki pandangan kepada masyarakat dengan mengembalikan tingkat kredibilitas BUMN yang bergerak di sektor asuransi," jelasnya.

Menurutnya, pasar asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia mengalami pertumbuhan kuat dan stabil. Namun karena tata kelola perusahaan asuransi BUMN yang sempat dinilai tidak baik, pasar tersebut akhirnya diisi oleh perusahaan asuransi multinasional.

"Dari potensi pertumbuhan itu terjadi. Itu jadi penting mengenai good governance. Saya berharap IFG ke depan jadi katalisator dalam penataan industri asuransi di Indonesia. Penting IFG Progress jadi think tank dan masukan bagi OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini