Erick Thohir soal IFG Progres: Ide Baru Asuransi Berlandaskan Akhlak

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 320 2402231 erick-thohir-soal-ifg-progres-ide-baru-asuransi-berlandaskan-akhlak-nFGlxAQbHs.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) resmi meluncurkan Research Institute ata IFG Progress, sebuah lembaga riset di sektor industri jasa keuangan.

Direktur Utama IFG Robertus Bilitea menyebut, IFG progress dapat memberikan masukan bagi pelaku industri jasa keuangan di Indonesia. Bahkan, dapat digunakan sebagai acuan bagi pembuat kebijakan dan akademisi dalam memajukan industri jasa keuangan Tanah Air.

“IFG Progress diharapkan bisa jadi pelopor prominen think tank dalam menghasilkan pemikiran yang progresif,” ujar Robertus dalam peluncuran IFG Progress, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Mau IFG Maju seperti Perusahaan Asuransi Raksasa China

Adapun program kerja yang ditawarkan IFG Progress berupa primary riset dan secondary riset terkait isu-isu di industri jasa keuangan. Lembaga ini juga akan menjadi wadah edukasi dan masukan dari masyarakat dan akademis kepada para pembuat kebijakan di industri keuangan Indonesia.

"Ini bisa terwujud sesuai harapan kita dan memberikan sumbangan pemikiran kepada regulator sebagai upaya menata, regulasi dan mengawasi industri jasa keuangan," katanya.

Manajemen juga berharap IFG Progress dapat mendorong iklim industri jasa keuangan agar tetap sehat dan bermanfaat.

Baca Juga: Tantangan Industri Asuransi Indonesia yang Kini Tak Sehat

Senada, Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan, pembentukan IFG merupakan upaya transformasi BUMN untuk mendorong sistem perasuransian dan penjaminan di Indonesia.

Bahkan, perseroan bisa membenahi sektor asuransi secara komprehensif untuk mentransformasikan industri jasa keuangan yang profesional, kuat, dan bisa dipercaya masyarakat. Dengan begitu, keinginan sistem asuransi dalam negeri bisa berdaya saing global bisa terwujud.

Tak hanya IFG, industri jasa keuangan Indonesia secara keseluruhan dinilai perlu melakukan bertransformasi dan inovasi. Agar tujuan menjadi pilar kekuatan ekonomi yang memberikan kontribusi bagi pelanggan dan dan pemegang saham bisa diimplementasikan.

"Terbaik bagi pelanggannya, tapi juga memberikan nilai bagi pemegang saham dan masyarakat. Saya menyambut baik terbentuknya IFG Progres sebagai ide baru yang inovatif progresif dan berlandaskan Akhlak untuk menjadi rujukan pembuat kebijakan, praktisi, akademisi dalam memajukan industri jasa keuangan serta meningkatkan literasi jasa keuangan," tutur Erick.

Dalam prosesnya, transformasi ekonomi BUMN dan industri jasa keuangan, lanjut Erick, lebih maju dan lebih kuat memerlukan pemikiran yang progresif dan sinergi yang erat, hingga tata kelola yang baik. Kolaborasi ini bisa mengatasi semua tantangan dan memaksimalkan semua potensi yang dimiliki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini