Tantangan Industri Asuransi Indonesia yang Kini Tak Sehat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 320 2402136 tantangan-industri-asuransi-indonesia-yang-kini-tak-sehat-ODJ0bIXeR3.jpg Tantangan Asuransi di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Docusign)

JAKARTA - Pemerintah membentuk Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Holding BUMN Aruansi dan Penjaminan. Hal ini dilakukan demi membangun industri jasa keuangan yang semakin kuat di Indonesia.

Dewan Penasihat IFG Progress Agus Martowardojo mengatakan, industri asuransi tengah menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya banyaknya perusahaan asuransi lokal yang bermasalah.

Baca Juga: OJK Siapkan Daftar Hitam Agen Asuransi Nakal

“Kita melihat terjadi persaingan di industri pelaku jasa keuangan yang tidak sehat dan tidak cukup profesional dan tidak terungkap ke masyarakat dan kita kaget perusahaan yang baik dan sehat ternyata bermasalah,"kata Agus dalam video virtual, Rabu (28/4/2021).

Kata dia, kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu diperbaiki. Menurut dia, pengawasan untuk industri keuangan nonbank masih perlu diperbaiki.

Baca Juga: Erick Thohir Mau IFG Maju seperti Perusahaan Asuransi Raksasa China

"Kita mengetahui bahwa sebelumnya ketika dilakukan pembentukan perusahaan, manajemennya, semua melalui proses yang baik. Ada fit and proper test, tetapi setelah ditempatkan, dijalankan, kenapa kemudian ada permasalahan-permasalah,” bebernya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menilai masih ada ruang yang perlu diperbaiki oleh OJK khususnya IKNB dalam melakukan pengawasan secara aktif terhadap perusahaan jasa keuangan non bank.

"Kita juga melihat bahwa mungkin dibandingkan dengan pengawasan di sektor keuangan yang lain, misalnya di perbankan, ruang perbaikan untuk di sektor IKNB itu masih ada ruang untuk perbaikan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini