Dolar AS Lesu Tertekan Sekeranjang Mata Uang Utama

Antara, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 278 2402574 dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama-CXGqtCWWYA.jpg Dolar (Reuters)

"Jalur ekonomi akan sangat bergantung pada jalannya virus, termasuk kemajuan vaksinasi," kata Fed dalam pernyataannya. "Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung terus membebani ekonomi dan risiko terhadap prospek ekonomi tetap ada."

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 90,576 dolar.

Euro menguat 0,3 persen menjadi 1,2126 dolar, sedangkan dolar tergelincir 0,1 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 108,59 yen.

"Seperti apa adanya, tidak ada di sini untuk mengubah pandangan kami bahwa Fed tidak akan mulai mengurangi pembelian aset bulanan sampai awal tahun depan dan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga akhir 2023," kata Paul Ashworth, kepala ekonom AS di Capital Economics, dalam sebuah catatan yang dikirim setelah pernyataan Fed.

Powell juga menegaskan kembali bahwa kenaikan inflasi tahun ini bersifat sementara dan itu tidak akan memenuhi standar untuk menaikkan suku bunga.

"Pada titik tertentu, inflasi AS akan meningkat dan Powell sangat jelas tentang itu," kata Simpson dari Action Economics. "Tapi saya tidak berpikir itu akan terjadi dalam semalam dan ketika itu terjadi, itulah saat dimana imbal hasil obligasi akan bergerak lebih tinggi lagi," dan dolar akan bergerak lebih tinggi bersama mereka.

Di pasar mata uang kripto, ethereum mencapai rekor tertinggi baru 2.747,01 dolar AS pada Rabu (28/4/2021) setelah berita bahwa Bank Investasi Eropa telah mengumpulkan 100 juta euro (121 juta dolar AS) dari penjualan obligasi digital dua tahun di jaringan publik blockchain ethereum.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini