Stimulus Listrik Diperpanjang, Pedagang: Alhamdulillah Masih Ada Bantuan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2402720 stimulus-listrik-diperpanjang-pedagang-alhamdulillah-masih-ada-bantuan-XTxpsE0UXZ.jpg Stimulus Listrik Diperpanjang. (Foto: Okezone.com)

"Stimulus tarif tenaga listrik yang diberikan oleh Pemerintah ini bersifat sementara, dan bukan merupakan bantuan yang permanen," kata Rida.

Selain pelanggan rumah tangga, pelanggan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdiri dari industri kecil 450 VA dan bisnis kecil 450 VA juga mendapat pembebasan tagihan rekening listrik 50%. Besaran potongan serupa juga diberikan kepada pelanggan PT PLN (Persero) berdaya 1.300 VA ke atas dari golongan sosial, bisnis, dan industri yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum 40 jam nyala dan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Nur Rofiah (37 tahun) merasa bersyukur saat pemerintah meluncurkan program stimulus listrik bagi masyarakat kurang mampu. Warga Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah ini menceritakan program tersebut sangat meringankan perekonomiannya sehari-hari.

"Jualan saya berhenti setengah tahun di awal pandemi. Untung dapat bantuan listrik, bisa buat jajan anak," katanya.

Sebagai pelanggan 900 VA subsidi, Nur mendapat diskon 50% selama setahun. Setelah pandemi membaik, ia kembali melanjutkan dagangan aci olahannya.

Ketika ditanya tentang pengurangan diskon keringanan tagihan listrik per April 2021, Nur Rofiah mengatakan ia sudah mendengar kabar tersebut.

"Malah saya dengernya tuh pas bulan Januari mau berhenti total. Ternyata enggak, masih lanjut. Alhamdulillah, masih ada bantuan. Lumayan, daripada enggak dapat sama sekali," syukur Nur.

Kondisi serupa juga dirasakan Sutomo (50 tahun) sebagai penerima bantuan 100% untuk keringanan tagihan listrik. Saban pukul enam pagi, ia mesti bergegas ke tempat kerjanya. Rutinitas ini sudah ia lakukan 23 tahun sebagai petugas kebersihan.

Sutomo masih ingat beratnya beban ekonomi akibat pandemi. Padahal ia harus menafkahi ketiga anaknya dan istrinya yang merupakan buruh cuci.

"Alhamdulilah setahun dapat bantuan dari pemerintah. Uangnya buat beli beras. Sekarang tidak apa- apa diskonnya dikurangi, yang penting masih dapat bantuan dari pemerintah," kata Sutomo, warga Kebon Kelapa Tinggi, Matraman, Jakarta Timur.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini