Kemenhub Bakal Tindak Tegas Travel Gelap di Larangan Mudik, 110 Kendaraan Diamankan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 320 2403016 kemenhub-bakal-tindak-tegas-travel-gelap-di-larangan-mudik-110-kendaraan-diamankan-jVnI4UoWn8.jpg Mobil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan bersama dengan pihak kepolisian bakal menindak tegas para pelaku travel gelap pada musim mudik lebaran tahun ini. Mengingat, para pemilik travle gelap ini tidak patuh pada protokol kesehatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, dalam dua hari ini sudah ada 110 kendaraan yang diamankan di Polda Metro Jaya. Kendaraan tersebut terindikasi travel gelap.

Baca Juga: Sopir Travel Gelap Bawa Pemudik Ditangkap, Warganet Malah Sewot ke Polda Metro

“Kami dalam rapat sepakat akan lakukan penindakan tegas terhadap travel gelap, dan dua hari ini sudah ada sekitar 110 lebih kendaraan yang tertangkap sekrng di polda metro yang terindikasi travel gelap,” ujarnya dalam acara Press Background Kementerian Perhubungan, Kamis (29/4/2021).

Menurut Budi, kendaraan yang masuk dalam kategori travle gelap ini sangat mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Seperti menjaga jarak dengan pembatasan kapasitas penumpang.

Baca Juga:  Polda Metro Amankan Puluhan Travel Gelap Nekat Bawa Pemudik

“Dan lihat bagaimana travel gelap ini cari penumpang dan mengabaikan protokol kesehatan covid-19,” ucapnya.

Menurut Budi, hal ini sangat berbahaya bagi penumpang. Karena jika salah satu dari penumpang ada yang terinfeksi virus covid-19 meskipun tanpa gejala, maka seluruhnya kemungkjnan besar akan terinfeksi juga.

“Karena kendaraan yang seperti ini mengabaikan sekali terhadap kapasitas muatnya, jadi bisa dimuat lebih jadi potensi nanti sampai daerah kalau ada yang OTG bisa kena semuanya,” ucapnya.

Selain itu lanjut Budi, para penumpang juga tidak dicover asuransi dari Jasa Raharja. Sehingga apabila terjadi kecelakaan tidak ada cover asuransi dari Jasa Raharja.

“Kemudian kendaraan ini bagi penumpangnya tidak di cover jasa raharja, jadi kalau ada kecelakaan penumpangnya tidak ke cover jasa raharja,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini