KAI Sebut Belum Ada Lonjakan Penumpang Jelang Larangan Mudik

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 320 2403712 kai-sebut-belum-ada-lonjakan-penumpang-jelang-larangan-mudik-LoRsT6h06F.jpg Stasiun Senen (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Sepekan menjelang larangan mudik lebaran masyarakat mulai ramai-ramai melakukan perjalanan dengan berbagai transportasi umum. Tak terkecuali juga perjalanan transportasi kereta api.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, sejauh ini belum ada lonjakan penumpang yang terjadi. Karena, jumlah tiket yang terjual rata-rata 28.000 tiket per hari di seluruh Stasiun.

Baca Juga:  Jelang Larangan Mudik, Stasiun Pasar Senen 'Diserbu' Penumpang

“Sejauh ini tidak ada lonjakan volume pelanggan kereta api. Jumlah tiket yang terjual adalah rata-rata 28 ribu tiket per hari,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (30/4/2021).

Menurut Joni, angka tersebut masih di bawah dari rata-rata tiket yang terjual pada bulan April. Sebagai perbandingan, pada periode 1-29 April, rata-rata KAI memberangkatkan 30 ribu pelanggan KA Jarak Jauh per hari.

Baca Juga:   Antisipasi Covid-19 Memburuk, Menkominfo: Patuhi Prokes dan Tidak Maksa Mudik!

“Sehingga dapat dikatakan jumlah pelanggan masih normal, tidak ada peningkatan yang signifikan,” ucapnya.

Jumlah tiket yang terjual pun baru setengah dari yang disediakan oleh perseroan. Joni memaparkan, penjualan tiket kereta api jarak jauh hingga 5 Mei mendatang baru mencapai 51% dari kapasitas yang tersedia.

“Untuk penjualan tiket keberangkatan KA jarak jauh pada Jumat 30 April hingga 5 Mei 2021 baru mencapai 51% dari kapasitas yang disediakan,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan MNC Portal di Stasiun Pasar Senen, pada Jumat (30/4/2021) pada pukul 18.14 WIB, para penumpang mulai meramaikan stasiun. Terpantau antrean penumpang terjadi di pintu menuju pemeriksaan tes Antigen dan GeNose C-19.

Namun sayangnya, antrean yang dilakukan untuk tes GeNose tidak memperhatikan protokol kesehatan. Karena jarak antrean antar satu penumpang dengan yang lainya terlalh padat.

Tidak ada petugas di lapangan yang mengatur agar penumpang jaga jarak. Selain itu tidak ada rambu-rambu jaga jarak yang terpasang di antrean penumpang tersebut.

Barulah setelah masuk ke dalam, ada petugas keamanan dari petugas keamanan yang ikut mengatur narak antrean. Bahkan petugas keamanan tersebut akan melakukan teguran jika ada penumpang yang terlalu dekat jaraknya.

Sementara itu, antrean menuju pintu masuk peron Stasiun relatif lebih sedikit dan tidak terlalu lama. Namun sayangnya, lagi-lagi jarak antar penumpang satu dengan yang lainnya terlalu dekat.

Antrean terjadi di pintu masuk menuju Kereta Senja Utama dengan rute keberangkatan menuju Stasiun akhir Yogyakarta pada pukul 19.10 WIB. Selain itu, ada beberapa rute keberangkatan lain seperti KA Serayu Malam dengan rute Stasiun akhir Purwokerto pada pukul 20.35 WIB dan KA Bogowonto dengan rute akhir Stasiun Lempuyangan pada jam keberangkatan pukul 22.00 WIB.

Tak hanya antrean, para penumpang juga terpantau ramai dan banyak yang bersantai sambil berbuka di kursi yang tersedia di stasiun. Beberapa penumpang yang tak mendapatkan tempat duduk pun terlihat ada yang duduk di lantai sambil berbuka puasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini