Waspada 'Lintah Darat' Teknologi, Simak 4 Fakta dan Cara Menghindarinya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 320 2404213 waspada-lintah-darat-teknologi-simak-4-fakta-dan-cara-menghindarinya-WZiGM7f3Q2.jpg Fintech (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pinjaman online masih menjadi suatu alternatif keuangan yang cukup menggiurkan bagi masyarakat, terlebih pada kondisi ekonomi pandemi saat ini. Cukup menggunakan KTP, masyarakat dapat mencairkan pinjaman.

Belakangan ini ada satu kasus yang tengah ramai dibicarakan terkait korban tagihan pinjaman online hingga tagihan kartu kredit secara tiba-tiba. Diketahui, mereka mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman atau melakukan transaksi belanja menggunakan kredit.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta agar tak terjebak lintah darat teknologi tersebut, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Siap-Siap Pencari Utang! Pinjaman Online Tak Boleh Lebih dari 1 Aplikasi 

1. Pinjaman Online Sudah Meresahkan Masyarakat

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Ebi Junaidi menilai, pinjaman online menjadi suatu hal yang sangat meresahkan di tengah masyarakat. Dia mengatakan, sudah banyak sekali masyarakat yang menjadi korban dari pinjaman online.

“Pinjaman online itu udah sudah menjadi sesuatu yang membuat masyarakat kita tersangga dengan sangat buruknya. Beberapa bulan lalu ada kasus di mana orang itu tidak melakukan pinjaman online, tapi kemudian tiba-tiba ada dana yang masuk ke tabungan dia. Kemudian, dalam waktu satu minggu harus dikembalikan dengan tingkat bunga yang tinggi,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (25/4/2021).

2. Data Peminjam Online Harus Dilindungi

Menurutnya, penting sekali dilakukan proteksi terhadap data-data atau informasi pelanggan.

3. Pemerintah Harus Tegas ke Lintah Darat Teknologi

Serta, yang tidak kalah penting adalah regulasi terhadap pinjaman online harus ditegakkan.

“Pemerintah seharusnya segera melakukan kepastian hukum terhadap hal-hal seperti ini. Diberikan contoh yang kemudian memberikan efek jera kepada penyedia pinjaman-pinjaman online tersebut. Ini kan boleh kita katakan lintah darat berbasis teknologi,” ujar Ebi.

4. Dibutuhkan Regulasi yang Ketat

Lanjut Ebi, saat ini sudah dibutuhkan regulasi yang sangat ketat terkait sebuah perusahaan yang akan memberikan pinjaman kepada masyarakat. Kata dia, hal tersebut dibutuhkan untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti yang saat ini banyak terjadi.

“Regulasi yang kuat kan kalau sejauh ini adalah ketika sebuah perusahaan itu mengambil dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Tetapi, ketika sebuah lembaga memberikan pinjaman kepada masyarakat, sejauh ini tidak sampai level itu. Jadi kalau kita boleh meletakkan dalam posisi yang sama, sekarang sepertinya sudah dibutuhkan regulasi yang sangat ketat,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini