Reksa Dana Syariah, Berinvestasi Sambil Menuai Berkah

Senin 03 Mei 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 278 2404667 reksa-dana-syariah-berinvestasi-sambil-menuai-berkah-FBgs6Yyzm7.jpg Syariah (Foto: Okezone)

Reksa dana konvensional berada dalam pengawasan OJK secara penuh. Pengawasan ini disesuaikan dengan mekanisme pasar dan faktor lainnya yang sesuai dengan kondisi perekonomian. Untuk reksa dana syariah, ada tambahan pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dewan Pengawas Syariah ini akan bertanggung jawab dan memastikan pengelolaan reksa dana yang harus sesuai prinsip syariah.

Namun untuk regulasinya, investasi reksa dana tetap diserahkan pada Otoritas Jasa Keuangan. OJK bertindak sebagai regulator yang menyiapkan berbagai macam bentuk investasi di Indonesia termasuk reksa dana. Manajer investasi merupakan profesi yang dikenal dalam reksa dana. Tugasnya adalah mengelola aset investor, memilih dan memutuskan instrument invetasi yang dibeli dan waktu jualnya serta membantu memperoleh legalitas dari reksa dana tersebut. Namun peran manajer investasi dalam reksa dana konvensional dan syariah cukup berbeda.

Dalam reksa dana konvensional, manajer investasi ikut mengelola dan menanggung risiko berdasarkan dengan prinsip kerjasama. Sedangkan dalam sistem syariah, manajer investasi tidak menanggung kerugian meskipun ikut mengelola. Jika investasinya gagal, yang menanggung kerugian adalah investor atau pemodal dikarenakan akad antara manajer investasi dan investor adalah akad wakalah.

Dari pembagian keuntungannya pun kedua jenis reksa dana ini memiliki perbedaan. Pembagian keuntungan reksa dana konvensional menerapkan cara pembagian keuntungan antara pemodal dengan manajer investasi. Kemudian pembagian tersebut dihitung berdasarkan perkembangan suku bunga.

Sedangkan reksa dana syariah manajer investasi tidak mendapatkan pembagian keuntungan melainkan imbal jasa dari pengelolaan investasi dan penyimpanan dana kolektif reksa dana yang dihitung atas persentase tertentu Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah.

Bagaimana cara memilih produk reksa dana syariah yang paling sesuai? Bagi investor yang mau berinvestasi untuk jangka 1-3 tahun, sebaiknya pilih reksa dana pendapatan tetap syariah. Reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana pada sukuk baik sukuk negara ataupun sukuk korporasi. Sementara investor yang mau berinvestasi antara 3-5 tahun bisa menempatkan pada reksa dana campuran syariah yang mengalokasikan dana secara berimbang pada saham dan sukuk.

Sedangkan untuk investor yang bersedia mengalokasikan dana lebih panjang lagi, di atas lima tahun bisa memilih reksa dana yang berpotensi memberikan bagi hasil tertinggi, yaitu yang mengalokasikan sebagian besar dana ke instrumen saham syariah. Bagaimana dengan kebutuhan investasi di bawah setahun? Jawabannya, tempatkan di reksa dana syariah pasar uang yang sebagian besar investasinya dialokasikan ke deposito bank syariah dan instrument pasar uang lainnya. TIM BEI

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini