420 Ton Daging Sapi Beku Brasil Mulai Banjiri Indonesia

Antara, Jurnalis · Senin 03 Mei 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 320 2404723 420-ton-daging-sapi-beku-brasil-mulai-banjiri-indonesia-oHLIM6uwMs.jpg Ilustrasi Daging Sapi Beku (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Berdikari (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mendatangkan secara bertahap daging sapi beku asal Brasil untuk cukupi kebutuhan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Tahap pertama ini Berdikari mendatangkan 420 ton daging sapi beku asal Brasil sebelum Hari Raya Idul Fitri .

Kedatangan ini merupakan realisasi penugasan total sebanyak 20.000 ton daging asal Brasil dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN guna cukupi kebutuhan daging nasional di 2021. Di mana sebelumnya pada tahun 2020, Berdikari berhasil merealisasikan penugasan impor daging sebanyak 24.444 ton daging kerbau India dan 1.923 ton daging sapi Brasil.

Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara mengatakan, kedatangan pasokan daging sapi ini merupakan bagian dari realisasi penugasan pemerintah guna mencukupi kebutuhan daging sapi di tengah hari besar keagamaan nasional (HBKN) khususnya di bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.

“Kami akan datangkan daging secara bertahap, dimana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama puasa dan menjelang lebaran,” ungkap Harry di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Butuh 46.758 Ton Daging Penuhi Kebutuhan Puasa dan Lebaran 

Dia mengatakan, berdasarkan statistik kebutuhan akan daging di Indonesia meningkat pada saat hari-hari besar keagamaan khususnya pada saat bulan Ramadan dan Lebaran, untuk itu Berdikari berusaha memaksimalkan penugasan impor yang diberikan.

“Untuk menghadirkan daging dan produk olahan berkualitas untuk masyarakat, Berdikari mulai mengembangkan produk retailnya dengan brand Be Best memasarkan produk olahan daging ayam, daging sapi, seperti sosis, nugget dan kornet. Serta jaringan kemitraan Gerai Daging Berdikari untuk mendukung distribusinya dan menjadi standar serta jaminan kualitas mutu dan harga produk protein dan olahannya yang berkualitas bagi masyarakat,” kata Hary.

Melonjaknya harga daging sapi global khususnya di Amerika Serikat & Australia yang dikenal sebagai negara pemasok, menyebabkan beberapa negara beralih ke daging sapi Brasil. Hal ini menjadikan daging di Brasil juga terkena imbas kenaikan harga hingga mencapai 30% dibandingkan tahun lalu. Meskipun demikian daging Brasil secara harga masih lebih bersaing dibandingkan Amerika Serikat dan Australia.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan upaya menjaga ketersediaan daging sapi ini sejalan dengan peningkatan ketahanan pangan nasional. Selain itu, impor daging ini juga membuka kesempatan untuk mengkaji sejauh mana kualitas produk daging sapi asal Brasil.

“Ini kesempatan untuk melihat kualitas daging sapi asal Brasil. Hal ini merupakan bagian dari upaya agar impor tidak sekedar untuk memenuhi pasokan tetapi juga proses pembelajaran agar industri daging sapi dalam negeri semakin lebih baik,” ungkap Arief Prasetyo Adi.

Menurut Arief, hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir kepada RNI, untuk mengkaji skema transformasi pangan komoditas daging, mulai dari kajian asal produk negaranya, kualitas daging sapinya serta model bisnisnya. Salah satu langkah transformasi pangan daging ini yaitu adanya rencana pembelian peternakan sapi di Belgia untuk menekan impor daging kedepannya.

Arief mengakui BUMN klaster pangan khususnya yang bergerak dalam industri peternakan masih menerima penugasan impor dari Pemerintah lantaran kebutuhan daging yang meningkat dan produksi dalam negeri yang terbatas, apalagi menjelang hari raya.

“Sampai dengan akhir tahun 2021 RNI melalui Berdikari akan mendistribusikan sebanyak 20 ribu ton daging sapi," kata Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini