Hipmi Dorong Kolaborasi IPB dan Pengusaha Agribisnis

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405657 hipmi-dorong-kolaborasi-ipb-dan-pengusaha-agribisnis-UNpJ3aJnHX.jpg Hipmi dan IPB berkolaborasi (MPI)

JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau Hipmi mendorong sinergi antara akademisi kampus IPB dan pelaku industri. Khususnya dalam sektor agribisnis yang kini sedang naik daun dibutuhkan masyarakat.

Sekjen Hipmi Bagas Adhadirgha mendukung usaha percepatan hilirisasi hasil penelitian agar bisa diaplikasikan dalam ekosistem usaha riil. Tujuannya dengan pengembangan, pengkajian dan penerapan agar hasilnya bisa segera dimanfaatkan konsumen atau masyarakat.

 Baca juga: Kementerian Investasi Bakal Gairahkan Investor Masuk RI

Sinergi sangat dibutuhkan dengan perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan hilirisasi. Kampus seperti IPB bisa masuk lebih jauh ke hulu atau terlibat dalam kegiatan riset. SDM dari kampus bisa membantu kegiatan penelitian dan pengembangan demi memenuhi permintaan industri.

"HIPMI mendukung kolaborasi industri dan perguruan tinggi sehingga menghasilkan pengusaha di bidang pertanian. Lalu menjadi enterpreneur yang sukses tangguh berdaya guna. Serta juga sesuai kapasitasnya. Ini juga mendukung arah Pemerintah yaitu hilirisasi hasil riset," ujar Bagas dalam webinar kolaborasi antara himpunan pengusaha dengan akademisi IPB di Jakarta (4/5/2021).

 Baca juga: Mendag Melepas Ekspor Perdana Produk UMKM HIPMI

Sementara itu Rois S Naming CEO Batulicin Enam Sembilan Group mengatakan pihaknya kini siap melakukan ekspansi produksi udang vaname setelah sukses melakukan pengembangan prototipe.

"Kami sudah berhasil panen 120 ton udang vaname sebagai prototipe dan kini akan kembangkan besar-besaran. Kami butuh tenaga ahli sehingga berkolaborasi dengan IPB yang paham tentang industri pertanian dan mengawal produksi kami di lapangan," ujar Rois dalam kesempatan sama.

Lebih lanjut dia mengharapkan supervisi dari akademisi IPB agar tidak ada ketimpangan di lapangan. Sementara targetnya ingin membangun 10 kali lipat dari prototipe sebelumnya. "Usaha kami ingin terus berkelanjutan jadi kami butuh bibit unggulan vaname lalu masuk ke pembesaran. Berikutnya kami siapkan inovasi produk-produk udang. Jadi kami pasti akan butuh SDM ahli dalam jumlah besar dari IPB," terangnya.

Sebelumnya Rektor IPB Arif Satria mengatakan kolerasi antara inovasi, industri dengan perekonomian di suatu negara kini menjadi penting."Agar inovasi Indonesia tumbuh subur, perlu dilakukan kolaborasi dengan industri," kata Arif.

Menurutnya strategi pengembangan inovasi dan kerjasama industri yang dapat dilakukan dengan adanya sinergi program kerjasama penelitian dan pengembangan. Kerjasama itu dengan lembaga riset pemerintah, lembaga riset swasta, perguruan tinggi dan dunia usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini