Namun dia menilai bahwa daya beli masih tertekan. Di mana saat ini pertumbuhan konsumsi masih terkontraksi sebesar -2,23%. Lalu investasi -0,23%, belanja pemerintah 2,96%, ekspor 6,74% dan impor 5,27%.
“Melihat rincian pertumbuhan berdasarkan pengeluaran tersebut, harus diakui bahwa pandemi covid-19 ini masih menekan perekonomian baik dari sisi supply maupun demand. Sehingga pemerintah terus bekerjasama dengan otoritas moneter terus berupaya untuk mempertahankan dan memperbaiki kedua hal tersebut,” paparnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.