Hal ini juga diperkuat dengan belanja pemerintah yang ekspansif melalui berbagai program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang besarnya mencapai Rp699,43 triliun.
“Sehingga target pertumbuhan positif pada triwulan II-2021 dapat kita capai,” ungkapnya.
Di samping itu Arif menilai bahwa faktor eksternal juga dapat turut mendorong penguatan ekonomi Indonesia. Pasalnya beberapa mitra dagang Indonesia saat ini menunjukkan fase pertumbuhan yang positif.
“Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti China (18,3%), Amerika (0,4%), dan Singapura (0,2%) sudah memasuki fase pertumbuhan positif. Ini diyakini bisa memperkuat permintaan ekspor Indonesia ke negara-negara tersebut,” katanya.
Namun dia juga menilai perlu dicermati juga mitra dagang lain. Misalnya India justru mengalami perburukan dalam kasus pandemi sehingga bisa mempengaruhi perdagangannya dengan Indonesia. Negara-negara utama di Uni Eropa juga masih mengalami pertumbuhan yang negatif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.