JAKARTA - Minuman anggur sangat mengesankan. Harganya juga melejit ke angkasa.
Rumah lelang Christie’s mengatakan bahwa pihaknya menjual sebotol anggur Perancis yang pernah mengorbit selama lebih dari satu tahun di antariksa saat di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional. Rumah lelang itu yakin seorang ahli anggur mungkin rela membayar USD1 juta atau sekitar Rp14,4 miliar untuk memiliki minuman itu.
Baca juga: Dilelang, Lukisan Langka Kartun Tintin Terjual hingga Rp66 Miliar
Mengutip VoA Indonesia, Pétrus 2000 adalah satu dari 12 botol yang dikirim ke ruang angkasa pada November 2019 oleh para peneliti yang mengeksplorasi potensi pertanian antariksa. Minuman anggur itu kembali ke Bumi, 14 bulan kemudian. Menurut para ahli anggur yang mencicipi minuman itu dalam sebuah acara di Perancis, rasanya sedikit berubah.
Tim Tiptree, direktur internasional departemen anggur dan minuman beralkohol di Christie, mengatakan anggur ruang angkasa itu "dimatangkan dalam lingkungan unik" yang mendekati gravitasi nol di atas stasiun luar angkasa.
Baca juga: Harga Sisir Ini Sampai Rp134 Juta, Termahal?
Perjalanan ruang angkasa itu mengubah anggur seharga Rp144,38 juta per botol yang terkenal karena rasanya yang kompleks, halus, tanin matang, dan rasa ceri hitam, kotak cerutu, dan kulit menjadi temuan ilmiah yang tidak biasa. Namun, kata Tiptree, masih sebotol anggur yang bagus.
"Ini anggur yang sangat harmonis yang memiliki kemampuan untuk matang dengan luar biasa. Karena itulah mengapa dipilih untuk eksperimen ini," katanya. “Sangat menggembirakan bahwa rasanya enak saat kembali ke Bumi.”
Perusahaan rintisan ruang angkasa swasta, Space Cargo Unlimited, mengirim minuman anggur itu ke orbit pada November 2019 sebagai bagian dari upaya untuk membuat tanaman di Bumi lebih tahan terhadap perubahan iklim dan penyakit dengan memaparkannya pada tekanan baru. Peneliti juga ingin lebih memahami proses pematangan, fermentasi, dan gelembung dalam anggur.