Harga Minyak Beragam di Tengah Turunnya Stok AS

Kamis 06 Mei 2021 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 320 2406384 harga-minyak-beragam-di-tengah-turunnya-stok-as-yjLhw4rhnn.jpg Harga Minyak Dunia Beragam. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah dua hari naik meskipun terjadi penurunan tajam dalam stok minyak mentah AS. Hal ini karena pasar mempertimbangkan prospek permintaan dengan infeksi virus corona yang masih melonjak di seluruh dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei, naik delapan sen menjadi USD68,96 per barel. Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun enam sen menjadi USD65,63 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Imbas Melemahnya Impor Jepang

Badan Informasi Energi (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS berkurang delapan juta barel dalam seminggu terakhir, melebihi ekspektasi penurunan 2,3 juta barel. Ekspor naik menjadi 4,1 juta barel per hari, terbesar sejak Maret tahun lalu, dan produksi penyulingan juga mencapai tertinggi sejak bulan itu.

"Ada sedikit kekecewaan pada bensin. Tapi permintaan minyak kembali, dan itu mendapatkan momentum," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, dikutip dari Antara, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1%

Pembatasan terkait pandemi di Amerika Serikat dan sebagian Eropa berkurang, tetapi infeksi masih meningkat di importir minyak mentah utama India dan Jepang. Kenaikan harga minyak ke level tertinggi hampir dua bulan telah didukung oleh peluncuran vaksin Covid-19.

Aktivitas bisnis zona euro meningkat bulan lalu karena industri jasa yang dominan di blok itu mengabaikan penguncian baru dan kembali ke pertumbuhan.

India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, sedang memerangi lonjakan infeksi Covid-19. Impor minyak negara itu pada Maret naik dari bulan sebelumnya, didukung oleh aktivitas ekonomi yang meningkat, tetapi diperkirakan akan turun lagi karena penguncian baru.

"Jika kita akhirnya melihat penguncian nasional diberlakukan, ini kemungkinan akan memukul sentimen," kata analis ING Economics.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini