Wamen BUMN Sedih RI Negara Muslim Terbesar tapi Literasi Wakaf Masih Minim

Widya Michella, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407165 wamen-bumn-sedih-ri-negara-muslim-terbesar-tapi-literasi-wakaf-masih-minim-gnOFm6KhqV.jpg Ekonomi Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Wamen BUMN, Pahala Nugraha Mansury menyampaikan literasi wakaf di Indonesia tergolong cukup rendah. Hal ini sejalan dengan tingkat skor indeks literasi wakaf nasional berada di kisaran 50,48% yang nilai ini dikatakan kuadran rendah.

Ia juga menyebut nilai total wakaf di PT Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun 2020 masih terbilang cukup kecil yakni Rp3 miliar dengan 23 ribu transaksi.

 Baca juga: Wakaf Pilar Ekonomi Islam sejak Zaman Rasullah SAW, Gubernur BI: Investasi Akhirat

"Kita sangat menyayangkan hal ini mengingat Indonesia sebagai negara muslim terbesar. Mudah-mudahan literasi wakaf dan partisipasi wakaf dapat ditingkatkan bersama,"kata wakil menteri BUMN dalam Webinar Nasional Wakaf Produktif pada Jumat,(07/05/2021).

Oleh karena itu, pihaknya mendukung kegiatan Gerakan Wakaf Uang Nasional (GWNU) yang sudah diluncurkan pada 25 Januari 2021 oleh Presiden Jokowi. Lalu terkait upaya MES sebagai organisasi dapat melakukan percepatan ekonomi keuangan syariah di Indonesia.

 Baca juga: Wapres: Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Wakaf

"Wakaf kedepannya bukan hanya properti saja tapi ditingkatkan menjadi wakaf lainnya dan menjadi salah satu bentuk sumber daya guna meningkatkan kesejahteraan sosial," harap Pahala.

Selain itu, lanjutnya BUMN berkomitmen untuk berkontribusi dengan cara program tanggung jawab sosial/ (Corporate Social Responsibility) CSR dan menggunakan platform bekerjasama dengan PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) guna memudahkan dan meningkatkan partisipasi wakaf.

"Kita akan tingkatkan sosialisasi dan edukasi terhadap platform ini,"katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini