Rupiah Betah di Level Rp14.197/USD Jelang Lebaran

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 320 2409133 rupiah-betah-di-level-rp14-197-usd-jelang-lebaran-JsIxyyzueG.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jelang libur Lebaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup stagnan pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda berada di level Rp Rp14.197 atau sama dari penutupan sebelumnya.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pertama,sentimen dari luar negeri, dimana dolar menguat tipis terhadap mata uang lainnya sehari menjelang rilis data inflasi AS untuk April, termasuk indeks harga konsumen inti (CPI). Sementara itu, imbal hasil Treasury 10-tahun tetap di bawah 1,6%.

Baca Juga: Rupiah Turun Tipis ke Rp14.198/USD

Selain itu, Federal Reserve AS tidak akan mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan moneter dovishnya sampai mereka melihat inflasi yang lebih tinggi, kenaikan upah, dan tingkat pekerjaan yang kuat dengan rata-rata 1 juta pekerjaan diciptakan.

Di Asia, Bank of Japan memperingatkan bahwa ketidakpastian pemulihan ekonomi Jepang dari COVID-19 dapat membayangi konsumsi layanannya. Dan pemerintah Jepang perlu mengambil langkah-langkah stimulus untuk mendukung ekonominya.

Baca Juga:  Rupiah Semakin Menguat hingga Rp14.185/USD Jelang Lebaran

"China juga merilis data inflasi untuk April pada hari sebelumnya. CPI menyusut 0,3% bulan ke bulan tetapi tumbuh 0,9% tahun ke tahun, keduanya sedikit di bawah ekspektasi. Indeks Harga Produsen (PPI) tumbuh lebih baik dari perkiraan 6,8% tahun ke tahun," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa ( 11/5/2021).

Dari dalam negeri, penjualan ritel Indonesia terus menunjukkan tanda pemulihan, meski masih terjadi kontraksi (pertumbuhan negatif) pada Maret 2021. Namun sebulan kemudian, kontraksi itu diperkirakan sudah hilang.

"Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Maret 2021 sebesar 187,9. Naik 6,1% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm)," terangnya.

Pada April 2021, BI memperkirakan IPR berada di 209,3, naik 11,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Dibandingkan April 2020, terjadi pertumbuhan 9,8%.

"Peningkatan penjualan eceran diprakirakan sejalan dengan daya beli masyarakat yang meningkat saat Ramadan, keadaan musim dan cuaca yang mendukung, serta banyaknya program diskon," ujarnya mengutip laporan dari BI.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.180 - Rp14.225.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini