Alokasikan Sepertiga Uang THR untuk Investasi

Rabu 12 Mei 2021 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 622 2409363 alokasikan-sepertiga-uang-thr-untuk-investasi-eDkKSEPpQ0.jpg Tips Mengatur THR. (Foto: Okezone.com)

Sekarang pertanyaannya, kemana sebaiknya kita mengalokasikan dana investasi agar mendapatkan hasil sama atau melebihi kenaikan harga atau inflasi tersebut? Pada masa lalu, orang tua atau kakek-nenek kita biasa mengatasi inflasi dengan membeli emas atau tanah. Ketika ada kebutuhan di masa depan, mereka menjual emas dan aset tanah. Namun, berinvestasi dalam bentuk barang atau tanah tentu tidak mudah. Apalagi jika ada kebutuhan yang sifatnya mendadak atau segera.

Di masa modern saat ini, ada pilihan investasi yang lebih praktis dan likuid (mudah diuangkan), yakni dengan membeli reksa dana di manajer investasi maupun saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), atau biasa disebut dengan investasi portofolio. Saham atau reksa dana yang dibeli sebagai investasi, bentuknya berupa bukti kepemilikan elektronik, sehingga tidak susah disimpan. Bandingkan dengan investasi emas yang membutuhkan tempat penyimpanan dan risiko kehilangan. Sementara investasi tanah dan bangunan membutuhkan biaya perawatan dan pajak tahunan.

Sebaliknya, saham atau reksa dana mudah dijualbelikan di BEI. Setiap hari ada transaksi jual dan beli di pasar saham. Harga yang terbentuk juga berdasarkan harga penawaran dan permintaan melalui sistem perdagangan, sehingga tidak perlu repot menentukan harga. Bandingkan dengan menjual aset tanah yang bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan untuk menemukan harga dan pembeli yang cocok.

Apa bedanya saham dan reksa dana? Untuk membeli saham, seorang investor harus mengerti dan punya waktu untuk memilih saham-saham yang tepat. Sementara melalui reksa dana, investor bisa mempercayakan kepada manajer investasi yang menjadi pengelola reksa dana. Dana investasi untuk membeli reksa dana juga relatif lebih terjangkau karena bisa dibeli dalam pecahan unit reksa dana mulai dari Rp100.000. Sementara untuk saham minimal pembelian sebanyak 1 lot (100 lembar saham) dengan harga per lembar saham yang bervariasi.

Hasil investasi saham dan reksa dana bisa memberikan keuntungan (return) yang optimal untuk melawan inflasi dalam jangka panjang. Tentu dalam perjalanannya akan ada risiko fluktuasi (naik turun) harga saham. Namun sejarah menunjukkan, dalam siklus 5 dan 10 tahun, trennya terus meningkat yang sekaligus menunjukkan ruang untuk bertumbuh masih besar. Oleh karena itu, tidak perlu lagi untuk rutin berinvestasi. Selamat berinvestasi menyambut Hari Raya.

(TIM BEI)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini