Wall Street Berakhir Melemah Dipicu Inflasi April

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 278 2409735 wall-street-berakhir-melemah-dipicu-inflasi-april-Ck5on4k5Ui.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup lebih rendah pada hari perdagangan Rabu waktu setempat, di mana Indeks S&P mengalami penurunan terbesar sejak Februari. Wall Street melemah karena data inflasi memicu kekhawatiran apakah The Fed segera menaikan suku bunga acuannya lebih cepat.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi di titik merah setelah laporan Departemen Tenaga Kerja mengumumkan harga konsumen pada April menunjukkan kenaikan terbesar dalam hampir 12 tahun.

Dow Jones Industrial Average turun 681,5 poin atau 1,99% menjadi 33.587,66. S&P 500 kehilangan 89,06 poin atau 2,14% menjadi 4.063,04 dan Nasdaq Composite turun 357,75 poin, atau 2,67% menjadi 13.031,68.

Laporan Departemen Tenaga Kerja telah diantisipasi oleh pelaku pasar yang semakin khawatir bahwa lonjakan harga akan bertentangan dengan jaminan Federal Reserve AS dengan berubah menjadi inflasi jangka panjang.

Tapi permintaan dari konsumen tidak sebanding dengan kurangnnya pasokan, sehingga harga komoditas melonjak. Sementara itu, kekurangan tenaga kerja mendorong upah lebih tinggi.

“Topik yang ada di benak setiap orang jelas tentang inflasi. Itu adalah sesuatu yang (Fed) cari dan mereka akhirnya mendapatkan keinginan mereka,” ujar Managing Partner Keator Group, Matthew Keator, dilansir dari Reuters, Kamis (13/5/2021).

Harga konsumen inti (CPI), yang tidak termasuk item makanan dan energi tumbuh sebesar 3% tahun-ke-tahun, melesat di atas target pertumbuhan inflasi tahunan rata-rata bank sentral sebesar 2%.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, 10 ditutup di wilayah negatif, dengan kebijakan konsumen turun paling banyak. Energi adalah satu-satunya pemenang, naik 0,1%, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah.

Saham-saham mega terkemuka di pasar, termasuk Amazon.com Inc, Apple Inc, Alphabet Inc, Microsoft Corp dan Tesla Inc, turun antara 2% dan 3% karena investor menghindar dari apa yang menurut banyak orang adalah penilaian yang berlebihan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini