JAKARTA - Dalam upaya memulihkan Indonesia, pemerintah terus memformulasikan berbagai kebijakan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui berbagai pilihan kebijakan yang ada terkadang bukan pilihan yang terbaik, tetapi tetap harus diambil.
“Kadang pilihan kebijakan tidak selalu gampang buat kami, karena memang pilihannya tidak selalu pilihan antara yang first best, second. Tapi kadang pilihan ini adalah pilihan yang kurang favorable tetapi harus diambil di dalam rangka untuk menjaga masyarakat dan juga menjaga seluruh perekonomian,” kata Menkeu dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (17/5/2021)
Baca Juga: Tak Sempat Libur Lebaran, Sri Mulyani Selesaikan RUU APBN 2022
Lanjutnya, penanganan pandemi Covid-19 masih terus dilakukan dan APBN masih menjadi instrumen penting dalam memulihkan perekonomian. Selain itu, kerja sama seluruh pegawai sebagai jajaran bendahara yang mengelola keuangan negara sangat dibutuhkan dalam memaksimalkan fungsi APBN tersebut.
“Saling mendukung, saling kerjasama, saling memberikan dukungan. Ini akan menjadi salah satu faktor resep untuk kita bisa menjalankan tugas yang luar biasa," bebernya.
Meskipun secara fisik tidak bisa bertemu keluarga, Menkeu berharap pegawai Kemenkeu tetap menjaga kesabaran, semangat, dan komitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
"Dan tidak mudah namun saya yakin jajaran Kemenkeu bisa melakukan itu,"tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.