Miris! Guru Diancam Dibunuh Debt Collector Pinjol Gegara Utang Rp2,5 Juta Jadi Rp40 Juta

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 320 2411575 miris-guru-diancam-dibunuh-debt-collector-pinjol-gegara-utang-rp2-5-juta-jadi-rp40-juta-eh05emZHMX.jpg Pinjaman Online (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Biaya pendidikan di Indonesia yang terbilang masih amat mahal bagi sebagian kalangan membuat Melati -bukan nama sebenarnya- harus terjerat pinjaman online atau pinjol. Akibatnya, kini dia terpaksa menjadi pengangguran setelah dirinya dipecat dari salah satu sekolah di Malang, yang mana dia telah mengabdi selama 13 tahun.

Salah satu alasan ibu satu anak itu dipecat dari sekolahnya setelah menceritakan permasalahannya yang terlilit utang pinjol. Dia memberitahukan kepada pihak sekolah bahwa ada kemungkinan seluruh kontak dalam telepon genggamnya akan mendapatkan teror penagihan dari tempatnya meminjam uang.

Baca Juga: Waspada! 'Lintah Darat' Teknologi, Heboh Ditagih Pinjaman Online Tiba-Tiba

Setelah menceritakan masalahnya tersebut, dia seperti ibarat pepatah, yaitu sudah jatuh tertimpa tangga. Hal itu karena Melati justri disodori surat pengunduran diri dari yayasan sekolah tempatnya bekerja tersebut. Padahal, jalan pinjol itu ditempuhnya karena pihak sekolah memintanya untuk melanjutkan kuliah.

"Teror dibilang anj*ing sampai disuruh jual diri sana juga disampaikan. Kalau nggak mau bayar mau dibuatkan donasi ada saya simpan semuanya," kata Melati, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Korban Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal Terjerat akibat Bujukan Keluarga

Dia juga mengaku sempat ingin bunuh diri karena tak sanggup lagi menghadapi teror kejam para penagih utang itu. Bahkan, lanjut dia, debt collector juga mengancam akan membunuhnya.

Pinjol itu menjadi pilihan terakhir Melati karena membutuhkan biaya kuliah Rp2,5 juta. Namun, Melati tak menyangka bahwa tempo 7 hari pelunasan utang sudah ditagih pada hari kelima.

Dia pun harus mengembalikan uang pinjaman itu dengan bunga nyaris 100%. Dan kini, pinjaman yang awalnya Rp2,5 juta telah berbunga hingga nyaris mencapai Rp40 juta dalam waktu tak sampai 6 bulan.

Melati merupakan contoh kasus dari masyarakat yang tidak memahami aturan pinjaman online. Dia bahkan semakin tertekan karena dipecat dari sekolah tempatnya mengajar.

Saat ini, Melati dibantu temannya dan kuasa hukum yang merupakan wali murid di tempatnya bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut. Melati sangat berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membantu permasalahannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini