Pengetatan Perjalanan Usai Mudik Dilarang, Begini Nasib Penerbangan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 23 Mei 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 320 2414209 pengetatan-perjalanan-usai-mudik-dilarang-begini-nasib-penerbangan-m86M5qVpDJ.jpg Bandara (Foto: Shutterstock)

Ketika aturan peniadaan mudik Lebaran diberlakukan, AirNav Indonesia bahkan mencatatkan angka penurunan pergerakan penerbangan sipil yang sangat drastis, yaitu sebesar -88 persen dibandingkan dengan pada periode normal penerbangan.

“Rata-rata harian jumlah penerbangan sipil yang kami layani turun selama periode peniadaan mudik Lebaran, yakni dari rata-rata 5829 pergerakan per hari menjadi rata-rata 693 pergerakan per hari. Angka penurunan yang sangat signifikan ini membuktikan bahwa kebijakan larangan mudik Lebaran, khususnya untuk penerbangan sipil, berjalan dengan efektif,” tambah Pramintohadi.

Baca Juga: Larangan Mudik Berakhir, Jumlah Penumpang Pesawat Kembali Normal?

Intensitas penerbangan sipil di seluruh ruang udara Indonesia khususnya di masa Lebaran tahun ini telah diantisipasi oleh AirNav Indonesia.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa kebijakan pengetatan dan peniadaan mudik Lebaran ini akan berdampak pada jumlah pergerakan penerbangan yang kami layani. Kami berharap pasca periode pengetatan mudik berakhir tanggal 24 Mei nanti, jumlah penerbangan di Indonesia akan meningkat. AirNav menjamin seluruh pelayanan navigasi penerbangan mulai dari personel, prosedur, peralatan, fasilitas, dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan prima. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan navigasi penerbangan yang mengutamakan keselamatan dan efisiensi dalam mendukung konektivitas transportasi udara, sehingga target Pemerintah dalam pemulihan ekonomi Nasional dapat segera terwujud,” pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini