Share

BRI Raup Laba Rp6,8 Triliun pada Kuartal I-2021

Suparjo Ramalan, iNews · Kamis 27 Mei 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 278 2416149 bri-raup-laba-rp6-8-triliun-pada-kuartal-i-2021-pov5HRXKAG.jpg BRI Raup Laba Bersih (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI berhasil mencetak laba bersih Rp6,86 triliun pada akhir kuartal I-2021. Hingga akhir Maret 2021, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 914,19 triliun.

Meski ada pencadangan yang cukup, kredit mikro BRI tercatat tumbuh 12,43%. Direktur Utama BRI, Sunarso menyebut, penopang utama pertumbuhan kredit adalah pembiayaan sektor mikro senilai Rp360,03 triliun atau tumbuh 12,43% secara year on year (yoy) dan kredit konsumer yang tumbuh 1,62% yoy menjadi Rp145,06 triliun.

Baca Juga: Bos BRI Bocorkan Strategi Pulihkan Laba dari Corona 

Secara umum, portofolio kredit UMKM BRI tercatat sebesar 80,60% dari seluruh kredit BRI. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu dimana komposisi kredit UMKM BRI tercatat 78,31%. Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus merangkak naik dan perseroan menargetkan angka ini akan tembus mencapai 85%.

Perseroan tercatat mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan baik. Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 3,16% pada akhir Maret 2021. Selain itu, BRI juga menyiapkan pencadangan (NPL Coverage) di kisaran 250,60%.

“Pencadangan yang ditetapkan BRI dialokasikan dengan komposisi terbaik, dimana hingga akhir tahun kami proyeksikan pencadangan ini tidak akan setinggi tahun sebelumnya seiring dengan kondisi ekonomi yang kian membaik,” ujar Sunarso dalam keterangan pers, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Di aset, tumbuh positif sebesar 3,83% secara tahunan menjadi Rp1.411,05 triliun di akhir kuartal I-2021. Sementara, liability dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp1.049,32 triliun atau tumbuh 1,97%.

Untuk tabungan tercatat tumbuh double digit sebesar 11,50 persen menjadi Rp443,87 triliun di akhir kuartal I-2021. Peningkatan ini mengerek peningkatan dana murah (CASA) BRI, dari sebelumnya sebesar 55,90% di akhir Maret 2020 menjadi 58,91% di akhir Maret 2021.

"Dengan fokus pada pencadangan dan sustainability kinerja, hingga akhir Kuartal I 2021 BRI berhasil mencatatkan laba sebesar Rp6,86 triliun," katanya.

Upaya BRI dalam menjaga sustainability juga tercermin dari rasio LDR dan CAR yang berada pada angka ideal. LDR BRI di akhir Maret 2021 tercatat sebesar 87,12% sementara itu CAR BRI di periode yang sama tercatat sebesar 19,74% atau meningkat dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 18,56%.

Manajemen memandang tantangan utama perbankan saat ini bukan mencari likuiditas, namun masih pada penyaluran kredit kepada sektor riil. Dua hal yang paling signifikan dan paling elastis mempengaruhi pertumbuhan kredit. Pertama, adalah konsumsi rumah tangga, dan yang kedua adalah daya beli masyarakat.

“Oleh karenanya kami akan terus mengambil peran menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi nasional dengan menjadi mitra utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan dan stimulus untuk meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan mendorong permintaan kredit," tutur Sunarso.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini