Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjahat Dunia Maya Bergentayangan, Berikut Daftar Kasus Peretasan Terbesar Dunia

Penjahat Dunia Maya Bergentayangan, Berikut Daftar Kasus Peretasan Terbesar Dunia
Cybercrime (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Perkembangan dunia internet yang semakin pesat memunculkan sisi positif dan negatif. Salah satu implikasi negatifnya adalah munculnya kejahatan dunia maya yang tengah menjadi kewaspadaan di dunia termasuk di Indonesia

Saat ini, isu kejahatan siber atau cyber crime ini sedang hangat di tengah masyarakat berkat kasus kebocoran 279 data penduduk Indonesia dari BPJS Kesehatan. Pembobolan data besar-besaran itu sejatinya bukan yang pertama terjadi di dunia.

Dilansir dari Koran Sindo, Kamis (27/5/2021), berikut ulasan kasus-kasus kejahatan siber besar di dunia dan tanah air, seperti pencurian data pribadi sampai peretasan keamanan lembaga pemerintah.

Baca Juga: 5 Tips Cegah Pelecehan Seksual di Dunia Maya, Nomor 4 Penting Banget!

Polisi dan FBI tangkap peretas jaringan internasional

Pada Maret 2018 Subdit IV cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bekerja sama dengan FBI berhasil mengungkap jaringan peretas sistem elektronik jaringan tersebut diduga telah meretas 3000 sistem elektronik di 40 negara.

Kelompok peretas ini menamakan dirinya sebagai SBH dan ke-6 orang anggota kelompok ini ditangkap. Setelah ditelusuri, para tersangka berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka mempunyai peran berbeda-beda. Mereka berusaha mendapatkan informasi elektronik atau dokumen pribadi korban dengan cara menjebol sistem pengamanan, setelah itu para pelaku mengancam akan menyebarkan informasi milik korban kepada publik.

 

Google China

Pada 2009, peretas berhasil mengakses beberapa server Google di Cina. Perusahaan ini menyatakan terdapat bukti bahwa tujuan utama dari para penyerang adalah untuk mengakses akun Gmail dari para aktivis hak asasi manusia di negeri tirai bambu.

Empat tahun setelah kasus kejahatan cyber ini terjadi, pejabat pemerintah di AS menyatakan bahwa peretas Cina telah mengakses data sensitif berisi perintah pengadilan otorisasi pengawasan yang kemungkinan besar diperoleh dari agen Cina yang memiliki akun Gmail.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement