4 Fakta Giant Tumbang, Indomaret Cs Diminta Dibatasi

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 29 320 2417256 4-fakta-giant-tumbang-indomaret-cs-diminta-dibatasi-tpBTWxkatS.jpg Indomaret (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk akhirnya mengeluarkan keputusan berat untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia mulai Juli 2021. Penutupan ritel modern tersebut dinilai lantaran tak bisa bersaing dengan menjamurnya minimarket di berbagai kawasan.

Alhasil, muncul ide untuk dibatasi jumlah pertumbuhan Indomaret cs agar tak makin banyak ritel besar yang tumbang. Berikut fakta permintaan Indomaret cs untuk dibatasi jumlahnya yang dirangkum Okezone, Minggu (30/5/2021).

1. Asosiasi UMKM Minta Indomaret Cs Dibatasi

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan mengingatkan dengan tumbangnya ritel modern seperti Giant, maka pemerintah pusat dan daerah harus fokus mengeluarkan kebijakan mendukung warung-warung level UMKM.

"Dampak tutupnya Giant akan membuat jaringan minimarket modern semakin tambah ramai. Ini akan menekan perkembangan warung rumahan yang pelaku UMKM sebenarnya. Jadi harus ada regulasi yang tegas membatasi pertumbuhan minimarket modern," ujar Ikhsan saat dihubungi Okezone di Jakarta, Rabu (26/5/2021).

Baca Juga: Buruh Boikot Produk, Indomaret Ditaksir Bisa Kehilangan Pendapatan Rp1 Triliun 

2. Mencontoh Kebijakan Pemda Sumatera Barat

Menurutnya kebijakan yang tepat bisa mencontoh Pemda Sumatera Barat yang tidak mengizinkan berkembangnya jaringan ritel minimarket modern. Ini membuat pelaku warung rumahan bisa hidup dengan keragaman merek masing-masing. Menurutnya ini justru jadi keunikan daerah tersebut.

"Kami dari asosiasi mengharapkan perkembangan minimarket ditahan. Pemerintah harusnya memacu pertumbuhan warung pribadi seperti di Sumatera Barat," katanya.

3. Dimulai dengan Membatasi Jarak Indomaret dan Lainnya

Kebijakan sederhana bisa dilakukan seperti membatasi jarak toko minimarket modern. Atau hanya dibolehkan sebatas di jalan raya saja dibandingkan masuk ke area perumahan atau komplek.

"Di komplek saya tinggal warung rumahan hidup karena minimarket modern harus di luar komplek. Ini contoh sederhana," tambahnya.

4. UMKM Akan Seperti Giant Kalau Indomaret Cs Tak Dibatasi Jumlahnya

Namun Ikhsan membantah penilaian tersebut. Menurutnya UMKM tidak diuntungkan secara signifikan ke jaringan ritel modern khususnya hypermarket. Karena konsep konsinyasi titip dengan durasi berbulan-bulan sehingga tidak mungkin ini disanggupi cashflow level UMKM.

"Tidak ada keuntungan signifikan bagi UMKM dari Giant dan ritel modern lainnya. Sistem titip selama 3 bulan pasti memberatkan UMKM. Tidak ada cashflow UMKM yang sanggup. Karena itu warung pribadi dan pasar tradisional masih menjadi andalan UMKM," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini