Milenial Mau Main Aman Investasi di Reksa Dana? Simak Tipsnya

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 622 2418495 milenial-mau-main-aman-investasi-di-reksa-dana-simak-tipsnya-AcLJ8U6U3B.jpg Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)

Dia bercerita baru mulai berinvestasi sejak bekerja di bank dan berpenghasilan. Menurutnya dengan berinvestasi membantu menahan keinginan jajan dan sebagainya. "Akhirnya mulai coba pelajari cara operasionalnya. Alhamdulillah tiap bulan di top up lagi. Karena dengan aplikasi Bibit bisa di setting autodebet untuk top up tiap bulannya," jelasnya.

Dia mengingatkan investasi harus punya tujuan yang ingin dicapai dalam berinvestasi. "Masih rutin menyisihkan untuk investasi karena ada goals nya. Jadi saya memang benar-benar menahan diri biar tidak withdraw atau menarik dana," tambahnya.

Sementara itu praktisi Financial Planner Tejasari Asad menyebutkan ada beberapa tips dalam berinvestasi reksa dana. Apa saja itu?

1. Mengerti jenis jenis produk reksa dana. Karena standarnya ada 4 jenis, jadi harus tahu masing masing resikonya.

2. Mengenali profil risiko harus disesuaikan dengan jenis reksa dananya. Bila profilnya konservatif tentu risikonya akan berbeda dengan yang memilih profil agresif.

3. Harus tahu tujuan investasi reksa dana ini untuk jangka waktu pendek atau menengah. Ini juga jadi penentu memilih jenis reksa dana yang akan dibeli. Contohnya bila untuk jangka pendek, disarankan memilih reksa dana pasar uang. Sedangkan jangka panjang reksa dana saham.

4. Harus mengerti cara memilih manajer investasi yang tepat. Contohnya di fintech ada macam macam Manajer Investasi, jadi kita bisa melakukan diversifikasi dan tersedia banyak pilihan.

5. Mempelajari bagaimana cara melakukan pembelian, switching, dan penjualan reksa dana.

6. Jangan lupa mendiversifikasi berupa pemilihan beberapa reksa dana.

Data KSEI melaporkan, dari kelompok investor di bawah usia 30 tahun juga menguasai 54,9% dari total jumlah investor pada 2020. Kontribusi itu naik dibandingkan 2019 yang menyumbang hanya 44,7%.

Sementara untuk kelompok investor usia 31-40 tahun justru menurun dari 24,4% di 2019 jadi 22,5% di 2020. Berikutnya untuk usia 41-50 tahun turun dari 16,4% jadi 11,9%, serta usia 51-60 tahun menyusut dari 9,6% jadi tinggal 6,5%.

Sepanjang tahun lalu, jumlah investor tercatat naik 79,66% menjadi 3,18 juta. Tren tersebut masih terus berlanjut di tahun ini. Sepanjang kuartal pertama 2021, investor reksadana mengalami kenaikan hingga 31,13% menjadi 4,17 juta.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini