Sandiaga Uno: Work From Bali Bisa Angkat Hunian Hotel hingga 30%

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 320 2418829 sandiaga-uno-work-from-bali-bisa-angkat-hunian-hotel-hingga-30-NBVBqSc2uU.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mempunyai keyakinan bahwa Work From Bali (WFB) dan pariwisata era baru yang menyasar kepada pola kebiasaan bekerja baru. Diantaranya yakni digital nomad merupakan daya tarik yang sangat potensial untuk Bali dan beberapa destinasi wisata lainnya.

"Oleh karena itu dukungan internet, infrastruktur, event, maupun suasana kerja harus dibangun," ujar dia dalam Weekly Press Briefing Kemenparekraf 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Hal tersebut akan dipersiapkan pada program Work From Bali (WFO) oleh pemerintah yang dikoordinir dengan Kementerian Maritim dan Investasi untuk mengangkat sektor hunian hotel-hotel di Bali yang sekarang berada di bawah 10%. Sandiaga berharap setidaknya peningkatan bisa mencapai 30%.

Berdasarkan hasil pemberlakuan WFO pada kuartal pertama, terjadi peningkatan 2-3 kali lipat kunjungan wisatawan-wisatawan nusantara di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga: Covid-19 Memaksa Pelaku Usaha Tingkatkan Keterampilan dan Inovasi Produk

"Dari awalnya bulan Januari berada di level 2.500 dan di waktu sekarang ini sudah meningkat di level 7.000-7.500," ungkapnya.

Kemudian kata dia, Pembukaan pariwisata Bali, masih terus dipersiapkan. Dengan adanya Work From Bali (WFO), diharapkan mampu melakukan uji coba pembukaan pariwista Bali dikuartal ketiga. Di mana sudah memutuskan bahwa pariwista era baru adalah pariwista yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.

Baca Juga: Kebut Pemulihan Sektor Parekraf, Sandiaga Uno Gandeng PT MRT Jakarta Hadirkan Lima Destinasi Super Prioritas di Ibu Kota

Oleh karena itu semua aspek pada setiap destinasi harus memiliki aspek kualitas dan berkelanjutan lingkungan. Sandi menegaskan bahwa pihaknya akan all out menyiapkan seluruh destinasi (tidak ada yang dikhususkan) untuk mengimplementasikan destinasi dengan aspek kualitas dan berkelanjutan lingkungan.

"Kita ingin bahwa pariwista di Indonesia ada satu fokus terhadap berkelanjutan lingkungan. Kami akan memasukkan program-program yang langsung konkret," kata dia.

Dia menyebut, 2030 Bali ditargetkan akan di suplai oleh energi baru dan terbarukan, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan yang ada di hulu, penggunaan kendaraan listrik dan beberapa trobosan-trobosan yang berkaitan dengan penggunaan air yang ramah lingkungan, penggunaan solar panel dan lain sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini